Terdakwa kasus suap Wisma Atlet dan proyek pengadaan sarana dan prasarana di 16 perguruan tinggi negeri, Angelina Sondakh, ternyata pernah 'disidang' Fraksi Demokrat. Hal itu terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang.Fakta itu diakui oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat 2009-2014 dari Fraksi Demokrat, Edi Ramli Sitanggang. Dia menjadi saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (8/11). Rekan Edi sesama fraksi yang juga dipanggil menjadi saksi, Max Sopacua, absen dalam sidang hari ini.Menurut Edi, pasca tersebarnya pemberitaan soal adanya beberapa anggota Fraksi Demokrat menerima suap dari beberapa kontraktor pembangunan Wisma Atlet di Palembang, Sumatera Selatan, Fraksi Demokrat berinisiatif mengundang beberapa anggota Komisi III ke ruangan pimpinan fraksi di lantai 9 Gedung DPR, Jakarta."Saat itu Ketua Fraksi Jafar Hafsah membuka rapat, dilanjutkan oleh pertanyaan dari Ketua Komisi III Benny K. Harman. Di dalam ruangan juga ada Nazaruddin, Angie, Max Sopacua, Mirwan Amir, dan Ketua Komisi X Prof. Wahyudin," kata Edi saat memberikan kesaksian dalam persidangan.Menurut Edi, dalam pertemuan selama setengah jam itu Benny bertanya kepada Nazaruddin apakah benar terkait kasus suap Wisma Atlet. Edi mengatakan Nazar sontak berdiri dan mengatakan, "Saya tidak terlibat. Tapi saya tahu teman-teman menerima uang," lanjut Edi menirukan perkataan Nazar saat itu. Dia mengatakan, Angie diam saja saat dituding Nazar menerima uang."Saat berdua dengan Angie di dalam elevator, saya sempat bertanya kenapa diam saja tadi. Angie mengatakan, "Saya tidak terlibat. Bapak kan tahu saya baru pulang dari Belanda, masih lelah'," ucap Edi.Edi mengatakan, saat pertemuan itu Benny K Harman berniat membentuk Tim Pencari Fakta buat mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang. "Tapi rencana itu tidak jadi," lanjut Edi.
Angie sempat disidang Demokrat sebelum diadili di Tipikor
Saat itu Ketua Fraksi Jafar Hafsah membuka rapat, dilanjutkan oleh pertanyaan dari Ketua Komisi III Benny K Harman.
Advertisement
Rekomendasi