Angie & Rosa pernah bahas proyek universitas di Hotel Sultan

Pertemuan itu juga diikuti anak buah Rosa, Clara Maureen dan pegawai money changer Dewi Untari.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Angie & Rosa pernah bahas proyek universitas di Hotel Sultan
Sidang Lanjutan Angie. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Mantan anak buah Mindo Rosalina Manullang, Clara Maureen mengungkap adanya pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, yang membahas soal proyek universitas di Kemendiknas. Selain dirinya, dalam pertemuan itu juga hadir Rosa, pegawai money changer Dewi Untari, dan Angelina Sondakh."Karena kita berempat (bertemu) sepertinya (bahas) kurang lebih 16 universitas," kata Clara saat menjadi saksi dalam persidangan Angie di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/11).Namun sayangnya, Clara mengaku lupa kapan pastinya pertemuan itu berlangsung. Clara hanya memastikan pernah bertemu dengan Angie dan ikut mendengarkan pembahasan proyek universitas di Kemendiknas.Clara mengaku diperintahkan Rosa segera mengeluarkan personal incharge dari perusahaan-perusahaan di Permai Grup untuk menggelontorkan dana. Dana-dana tersebut guna membeli alat-alat laboratorium di beberapa universitas."Saya sendiri kebagian Universitas Tirtayasa, Universitas Negeri Malang, Unsoed," papar Clara.Tak hanya itu, ia juga mengaku pernah diminta Rosa untuk mengajukan anggaran proyek universitas. Clara mengaku kerap disuruh Rosa untuk mempersiapkan proposal proyek untuk diserahkan ke sejumlah perusahaan."Biasanya tinggal tunggu perintah Rosa saja pak. Biasanya mau dekat-dekat proses lelang pak. Sekitar awal tahun, di atas bulan Maret," ujarnya.Menurutnya, Rosa menyiapkan dokumen-dokumen pengajuan proposal beberapa proyek di Universitas. Kemudian, Rosa memerintahkannya untuk mengajukan proposal itu."Biasanya Bu Rosa yang pegang proposalnya, kemudian Bu Rosa perintahkan siapa di antara kami," katanya.Saat itu, kata Clara, untuk peralatan laboratorium di Universitas Tirtayasa, Rosa selaku Direktur PT Anak Negeri membeli alat-alat laboratorium yang nilainya mencapai Rp 49 miliar. Keuntungan yang didapat adalah 40 persen. Sementara, untuk Universitas Negeri Malang, anggaran pengadaan proyek alat-alat laboratorium sebesar Rp 40 miliar."Sama (keuntungan) 40 persen," ujarnya.

Rekomendasi