Angie bantah akan buat 'tsunami' di DPR

Angie mengelak pernah bertemu Rosa pada Februari 2010. Dia juga membantah menerima uang suap.

Aryo Putranto Saptohutomo
Angie bantah akan buat 'tsunami' di DPR
Sidang Lanjutan Angie. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Terdakwa kasus suap pengadaan laboratorium di sejumlah universitas negeri di Kementerian Pendidikan Nasional, Angelina Patricia Pingkan Sondakh, membantah akan membuat 'tsunami' di DPR. Bantahan itu diungkapkannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta."Percakapan yang menyebut saya akan membuat tsunami di DPR dan saya akan marah besar karena tidak ingin dikorbankan juga tidak benar," kata Angie, Kamis (11/10). Tak hanya itu, Angie juga membantah semua keterangan Mindo Rosalina Manulang. Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri itu menjadi saksi dalam sidang Angie.Angie mengelak pernah bertemu Rosa pada Februari 2010. Dia juga membantah menerima uang suap dari mantan anak buah Muhammad Nazaruddin itu demi menggiring pengarahan anggaran proyek di Kemendiknas itu.Sementara itu, Rosa tetap kukuh dengan keterangannya. Rosa mengaku memberi uang Rp 15 miliar kepada Angie, pada Maret 2010 sampai November 2011 sebagai imbalan dalam penggiringan pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. Menurut Rosa, uang itu tidak hanya dinikmati Angie, tapi dibagi kepada salah satu rekannya di Komisi X, I Wayan Koster.Menurut Rosa, Angie mendapat imbalan lima persen dari total anggaran pengadaan laboratorium yang turun sebesar Rp 610 miliar. "Ibu (Angelina) waktu itu bilang teman-teman (di DPR) pasarannya tujuh (persen), tapi karena dia teman pak Nazaruddin tidak apa-apa dapat lima persen," kata Rosa.Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Mindo Rosalina Manulang terungkap Angie mengancam akan membuat gempar DPR karena dibawa-bawa dalam kasus Wisma Atlet. Dalam BAP yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini, Rosa mengakui Angie pernah menjenguknya di Rumah Tahanan khusus Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur, tidak lama setelah dia ditahan KPK."Saya baru dari rumah Anas (Urbaningrum) nih. Saya enggak mau kena sendirian. Saya bisa marah besar. Saya bisa bikin tsunami lebih besar daripada Nazar (Muhammad Nazaruddin) di DPR," kata Angie dalam transkrip itu.

Rekomendasi