Puskesmas Tak Ada Ambulans, Polisi di Kupang Bantu Warga Rujuk Anak ke RSUD

Sabtu, 6 Juni 2020 22:34 Reporter : Ananias Petrus
Puskesmas Tak Ada Ambulans, Polisi di Kupang Bantu Warga Rujuk Anak ke RSUD polisi di Kupang bantu warga dirujuk ke RSUD. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kekurangan fasilitas kesehatan masih sangat dirasakan masyarakat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Jauh dari rumah sakit umum daerah, membuat pasangan suami istri asal Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, tidak mengetahui balita mereka lahir tanpa anus. Mehelina Nale - Sajan akhirnya memilih melahirkan bayi laki-lakinya di rumah pada Rabu, (3/6).

Sang ayah, Yusuf Nale baru ketahui anaknya tak normal ketika anggota keluarga lain, memandikan bayi mereka.

Tak punya biaya keluarga ini membawa bayi mereka ke Puskesmas Soliu, pada Kamis (4/6) pagi, dengan harapan ada bantuan tenaga medis.

Rupanya di Puskesmas Soliu kekurangan tenaga dan sarana medis, sehingga tidak bisa melakukan tindakan. Bayi itu kemudian dirujuk ke RSUD Naibonat, yang berjarak 80 Km dari Puskesmas Soliu.

Kendala lain menghampiri ketika hendak dirujuk, mobil ambulans milik Puskesmas Soliu sedang berada di Kupang. Pihak keluarga sempat mencarikan kendaraan umum namun tidak mendapatkan, bahkan untuk datang ke puskesmas saja mereka harus berjalan kaki.

Keluarga kemudian memberanikan diri meminta bantuan ke Polsek Amfoang Utara, namun nyaris gagal lagi lantaran tidak ada kendaraan roda empat yang tersedia disana.

Beruntung ada Bripka Johanis Gereths Lerrick, Bhabinkamtibmas Desa Honuk dan Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut. Atas izin Kapospol Amfoang Barat Laut, Bripka Johanis Gereths Lerrick pun menggunakan kendaraan pribadinya untuk mengantar bayi, beserta kedua orang tua ke RSUD Naibonat Kupang.

Bripka Johanis Gereths Lerrick didampingi perawat Puskesmas Soliu, Nindi Siokain. Setelah menempuh lima jam perjalanan, mereka pun tiba di RSUD Naibonat dan bayi tersebut, langsung mendapatkan perawatan medis.

"Anak ini butuh perawatan lebih lanjut, sementara di desa tidak ada kendaraan. Kebetulan saya ada kendaraan maka saya bantu antar. Semoga bayinya segera tertolong dan cepat pulih," harap Bripka Johanis Gereths Lerrick, Sabtu (6/6).

Yunus Nale, ayah bayi pun berharap yang sama, semoga anaknya ditangani dengan baik, serta segera memiliki dubur seperti anak normal lainnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini