Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman akan Buka Acara Hannover Masse Pada 12 April 2021

Senin, 5 April 2021 13:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman akan Buka Acara Hannover Masse Pada 12 April 2021 Jokowi di acara tanwir pemuda muhammadiyah. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka acara Hannover Masse pada tanggal 12 April 2021. Acara ini akan dibuka Jokowi bersama Kanselir Jerman Angel Merkel.

"Terkait Hannover Masse dilaporkan bahwa tanggal 12 akan ada pembukaan oleh Bapak Presiden bersama Kanselir Jerman," katanya seperti diunggah akun sekretariat presiden, Senin (5/4).

Dia mengungkapkan, ada 156 perusahaan Indonesia yang tampil dalam Hannover Masse. Airlangga bilang, pameran tersebut bernuansa digital.

"Dari Indonesia sendiri ada 156 perusahaan akan tampil dan diharapkan dengan Hannover Masse ini yang dibuka secara digital dan pamerannya fully digital juga," ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini berharap, Indonesia di tahun 2023 bisa menjadi official partner acara seperti itu.

"Nah Indonesia diharapkan juga nanti di tahun 2023 akan menjadi official partner yang secara physical ataupun hybrid. Itu yang tadi dibahas dalam rapat," pungkasnya.

Dilihat dari laman Kementerian Perindustrian, Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknologi industri yang berfokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and environmental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, cobots atau co-robots, dan isu terkini lainnya.

Hannover Messe memiliki eksposur internasional yang besar melalui kehadiran lebih dari 6.500 peserta yang mewakili 73 negara, 225.000 pengunjung internasional dari 91 negara, dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis.

Kehadiran Indonesia pada perhelatan akbar tersebut tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang menjadi Official Partner Country, tetapi juga mendukung upaya nation branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global. Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country (IPC) juga sejalan dengan inisiatif strategis ‘Making Indonesia 4.0’ yang dideklarasikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 4 April 2018 lalu dalam rangka menjawab tantangan revolusi industri ke-4. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini