Ponsel Terduga Pelaku Rusak, Polisi Sulit Ungkap Motif Teror di Kartasura

Jumat, 7 Juni 2019 14:34 Reporter : Nur Habibie
Ponsel Terduga Pelaku Rusak, Polisi Sulit Ungkap Motif Teror di Kartasura Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kepolisian mengalami kesulitan melakukan pemeriksaan ponsel RA (22), terduga pelaku teror di Pospam Kartasura, Jawa Tengah. Kondisi barang bukti itu rusak cukup parah sehingga banyak hambatan untuk melakukan pengecekan informasi maupun dokumen di dalamnya.

"Ponsel yang bersangkutan sudah dirusak, sehingga dari laboratorium digital forensik kita sedikit mengalami hambatan," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jumat (7/6).

Menurut Dedi, kondisi RA juga mulai berangsur membaik. Beberapa anggota Densus 88 Anti Teror sudah mulai meminta keterangan. Kondisi terduga pelaku cukup stabil, namun keterangan didapat belum utuh.

"Barusan tim Densus 88, pagi ini meminta keterangan namun belum full menjelaskan," ujar Dedi.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, ledakan yang terjadi di pos polisi Kartasura diduga bom bunuh diri. Adapun pelakunya saat ini dalam kondisi kritis.

Ledakan terjadi sekitar pukul 22.30-22.45 WIB, Senin (3/6). "Satu orang jadi korban juga pelaku," kata Rycko di lokasi kejadian, Selasa (4/6).

Menurut Rycko, korban disebut juga sebagai pelaku karena hasil penyelidikan pihaknya ditemukan beberapa bahan peledak di tubuh pelaku. "Bahan-bahan peledak itu menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki. Korban saat ini kritis," kata Rycko.

Dalam peristiwa ledakan di pos polisi Kartasura itu, tak ada petugas polisi yang terluka. Hanya pria diduga pelaku yang tergeletak. [ang]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini