Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri: Senjata di Sudan hasil curian, bukan milik polisi Indonesia

Polri: Senjata di Sudan hasil curian, bukan milik polisi Indonesia Senjata selundupan. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Tim bantuan hukum terhadap 139 pasukan perdamaian atau Formed Police Unit (FPU) masih terus melakukan kerja sama dengan pemerintah Sudan untuk mengungkap penyelundupan senjata yang menyeret anggota polisi Indonesia.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar Boy memastikan tuduhan yang menyebut tim FPU mencoba menyelundupkan senjata adalah tidak benar. Senjata-senjata itu bukan milik tim FPU. "Yang jelas barang itu bukan milik FPU," tegas Boy di Mabes Polri, Kamis (2/2).

Dia mengatakan sejauh ini tim bantuan hukum sudah mendapat sedikit informasi terkait kasus tersebut. Kabarnya, senjata yang ada di koper anggota polisi Indonesia merupakan hasil curian dari sekelompok orang.

"Konon katanya terakhir itu adalah barang-barang yang terjadi karena semacam pencurian yang pernah terjadi," kata Boy.

Namun, Boy menuturkan jika informasi tersebut masih terus didalami oleh tim bantuan hukum FPU bersama dengan otoritas setempat.

"Masih dalam proses. Kita kerja sama dengan pemerintah lokal. Sedang mengusut bagaimana bisa ada di sana. Sekarang mereka saling kerja sama untuk mencari tahu," ujar Boy.

Sebelumnya, Pasukan perdamaian dari Polri yang tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) tertahan kepulanganya di Sudan sejak Sabtu 21 Januari 2017. Menurut otoritas hukum setempat, mereka diduga berupaya menyelundupkan senjata dari Sudan. Namun, hal itu dibantah tegas oleh Polri.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP