Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politikus PDIP sebut pemerataan ekonomi cara pemerintah tangkal radikalisme

Politikus PDIP sebut pemerataan ekonomi cara pemerintah tangkal radikalisme maruarar sirait di acara parade kebhinnekaan di Parung. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Radikalisme bukanlah cara yang benar dan tepat dalam mengatasi persoalan kesenjangan ekonomi Indonesia. Radikalisme justru harus dilawan oleh semua elemen warga negara, sebab sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait saat sambutan dalam acara Parade Kebhinnekaan Nusantara di Parung Panjang, Bogor (27/8).

Mengatasi kesenjangan, sambung Maruarar, Presiden Joko Widodo sangat serius dalam mengatasinya. Tentu saja, mengatasi hal ini bukan dengan cara-cara radikal melainkan dengan pemerataan ekonomi. Dan kini, upaya pemerataan itu terus dilakukan dengan aksi nyata dalam bentuk politik anggaran yang sangat berpihak pada rakyat.

"Paling tidak ada empat program yang kini menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi. Yaitu dengan Kartu Indonesia Pintar (KIS) yang sudah dibagikan bagi 19 juta pelajar, Kartu Indonesia Sehat (KIS), anggaran desa yang mencapai Rp 60 triliun dan ini anggaran terbesar untuk desa selama pemerintahan yang ada, serta pembagian sertifikat atau distribusi tanah," tegas Maruarar atau yang akrab disapa Ara ini.

Acara ini dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor, Adian Napitupulu.

Politikus PDIP ini memastikan, kelompok masyarakat yang mendukung Pancasila di negara ini merupakan kelompok arus utama dan mayoritas. Karena itu, dengan cara ini maka ia mendorong masyarakat yang selama ini diam atau menjadi silent majority untuk bergerak melawan segala bentuk yang bisa mengancam Pancasila.

"Mari kita menjadi Pancasilais sejati, bukan yang gadungan. Kita sesama anak bangsa jangan mau diadudomba. Cukup politik pecah belah ada di era penjajahan. Kita lawan segala upaya politik devide at impera yang mau memecah bangsa," kata Maruarar, disambut tepuk tangan ribuan hadiri.

Dia pun mengapresiasi Panglima TNI Jenderal Gator Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan seluruh elemen masyarakat yang bersatu dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Dan setiap tantangan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh elemen masyarakat bersatu.

"TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat harus bersatu bersama-sama membumikan kembali nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika," kata Ara.

Acara ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat. Kepala Sekolah SD Tenjo 2, Surayi, senang siswa nya terlibat dalam acara ini. Ada 55 siswa yang ikut dalam Parade, dengan dikawal oleh 15. Bagi dia, acara ini merupakan bentuk nyata dari mendidik siswa untuk mencintai Indonesia.

"Saya kira ini baru pertama kali diadakan. Saya berharap TMP terus hadir dalam mendidik warga untuk bersikap toleran," ungkap Surayi.

Acara ini hadir sekitar 30 ribu warga kabupaten Bogor dari berbagai elemen lintas agama, lintas suku dan lintas budaya. Di antara yang hadir adalah tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, Banser, KNPI, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPNU, IPPNU,FP4GN, Gema MA, BNNK, Damas, PIK-R, PPAPRI, Wiramuda Nusantara, PMII dan lain-ain.

Hadir juga para guru dan siswa dari SMK Bina Putra Mandiri, Pondok Pesantren Modern Al-Hijrah hingga sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP