Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi usut peristiwa keracunan massal pekerja pabrik kayu di Samarinda

Polisi usut peristiwa keracunan massal pekerja pabrik kayu di Samarinda Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian tengah mengusut dugaan keracunan massal pekerja pabrik perusahaan kayu PT SLJ Global Tbk, di Jalan Cipto Mangunkusumo, usai menyantap makanan dan minum air bersih yang disediakan perusahaan. Selain para pekerja, pihak perusahaan hari ini dimintai keterangan.

Pantauan merdeka.com sampai malam ini di RSUD Abdoel Moeis Samarinda, di Jalan AM Rifaddin, Samarinda Seberang, sedikitnya 5 pasien menjalani rawat inap di 2 ruang perawatan Karang Mumus dan Karang Asam.

Sebagian besar pasien, karyawan perusahaan, masih mengenakan jarum infus lantaran kondisinya masih lemah. Rata-rata mereka sebelum harus dirawat inap, memang usai menyantap sajian rawon dan meminum air minum yang diolah dan disajikan perusahaan.

Malam ini, Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto, mengecek langsung kondisi pasien. Dia terlihat berdialog serius, bersama pasien, yang mengaku kali pertama setelah sekian lama bekerja di pabrik itu.

"Ini kami anggap musibah, yang tidak terantisipasi oleh perusahaan," kata Vendra, kepada wartawan, Sabtu (23/12) malam di RSUD Abdoel Moeis.

Vendra meminta perusahaan, agar bisa menjamin sajian makanan dan minuman tidak terkontaminasi apapun. "Tentu ini menjadi konsen kita dengan perusahaan untuk bisa menjamin higienis santapan yang disajikan. Apalagi dalam jumlah besar (baik jumlah karyawan maun porsi yang disajikan)," ujar Vendra.

Polisi menduga, ada prosedur higienitas yang belum dijalankan oleh perusahaan. "Ini mungkin belum digunakan SOP oleh perusahaan. Informasi awal, ada sekitar 100-orang lebih ya (korban dugaan keracunan)," tambah Vendra.

Vendra menegaskan, tim gabungan Satuan Reskrim Polresta Samarinda dan Polsekta Samarinda, saat ini tengah melakukan penyelidikan.

"Sudah kita tanyakan beberapa saksi. Ada juga tim yang datang ke perusahaan, untuk mengecek sejauh mana permasalahan itu. Sementara masih sebatas saksi. Untuk sementara, bisa jadi unsur kelalaian," demikian Vendra.

Keterangan didapat merdeka.com dari personil kepolisian usai mendatangi perusahaan, saat ini, sajian air minum yang disediakan perusahaan hasil dari pengolahan sendiri, sementara dihentikan dan digantikan dengan air minum kemasan galon.

Diketahui, seratusan orang pekerja perusahaan pabrik kayu PT SLJ Global di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, diduga keracunan usai meminum air bersih olahan perusahaan, Kamis (21/12) pagi. Sementara, tidak kurang 30 orang diantaranya, sempat menjalani perawatan di Puskesmas dan RSUD Abdoel Moeis Samarinda.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita hingga jelang tengah hari, mendadak para pekerja mengalami mual, muntah hingga berkeringat dingin dan demam, usai menyantap rawon di kantin areal perusahaan dan air minum, yang disediakan perusahaan.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Ledakan di Pabrik Semen Padang Indarung V, Begini Kondisi Korban
Ledakan di Pabrik Semen Padang Indarung V, Begini Kondisi Korban

Ledakan terjadi di pabrik Semen Padang Indarung V, Sumbar, Selasa (20/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Empat pekerja mengalami luka bakar akibat peristiwa itu.

Baca Selengkapnya
Polisi Ini Tetap Semangat Bekerja Walaupun Harus Pakai Kruk untuk Berjalan, Keluarga Setia Mendampingi
Polisi Ini Tetap Semangat Bekerja Walaupun Harus Pakai Kruk untuk Berjalan, Keluarga Setia Mendampingi

Ia membagikan kisahnya berjuang dengan kondisi sakit. Untungnya keluarganya tetap setia mendampingi.

Baca Selengkapnya
Puluhan Orang Mual, Pusing & Muntah Usai Santap Nasi Hajatan, Ternyata Karena Hal Ini
Puluhan Orang Mual, Pusing & Muntah Usai Santap Nasi Hajatan, Ternyata Karena Hal Ini

Usai mendapat laporan soal keracunan massal itu, polisi masih menyelidiki penyebabnya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Usai Hadiri Hajatan, 109 Orang Alami Keracunan di Desa Sekarwangi Sukabumi
Usai Hadiri Hajatan, 109 Orang Alami Keracunan di Desa Sekarwangi Sukabumi

Hondo mengatakan untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan massal ini sudah ditangani oleh pihak Dinkes Kabupaten Sukabumi serta aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya
Tragis 2 Siamang Kurus Kering Akibat Dipelihara Warga, BKSDA Sumsel Turun Tangan Evakuasi
Tragis 2 Siamang Kurus Kering Akibat Dipelihara Warga, BKSDA Sumsel Turun Tangan Evakuasi

Dua akor siamang dievakuasi dari rumah pemeliharanya dengan kondisi memprihatinkan

Baca Selengkapnya
Kondisi Terkini Polwan Bakar Suami yang Juga Polisi Hidup-Hidup di Mojokerto
Kondisi Terkini Polwan Bakar Suami yang Juga Polisi Hidup-Hidup di Mojokerto

Korban mengalami luka bakar 90 persen dan akhirnya meninggal

Baca Selengkapnya
Mayat dengan Kondisi Tangan dan Kaki Terikat Ditemukan di OKU Timur, Diduga Korban Pembunuhan
Mayat dengan Kondisi Tangan dan Kaki Terikat Ditemukan di OKU Timur, Diduga Korban Pembunuhan

Polisi menduga pria itu tewas akibat pembunuhan dan sengaja dibuang ke sungai.

Baca Selengkapnya
Kisah Mantan Pramugara Berhenti Bekerja Malah Jadi Waria, Ternyata Keluarganya Tak Sembarangan
Kisah Mantan Pramugara Berhenti Bekerja Malah Jadi Waria, Ternyata Keluarganya Tak Sembarangan

Aldioanto (67) terlahir normal sebagai laki-laki, akibat dirumahkan dari suatu perusahaan tempatnya bekerja sebagai pramugara di Garuda Indonesia.

Baca Selengkapnya
Dua Pekerja Tewas di Lubang Pengolahan Limbah Gedung di Bekasi, Polisi Selidiki Manajemen K3 Perusahaan
Dua Pekerja Tewas di Lubang Pengolahan Limbah Gedung di Bekasi, Polisi Selidiki Manajemen K3 Perusahaan

Dugaan sementara, dua korban tewas karena terpeleset dan jatuh

Baca Selengkapnya