Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tetapkan dua tersangka atraksi lindas mobil tewaskan santri di Berau

Polisi tetapkan dua tersangka atraksi lindas mobil tewaskan santri di Berau Olah TKP santri tewas atraksi dilintas pikap. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi bergerak cepat menyelidiki tewasnya RAP (16), seorang santri pondok pesantren di Berau, Kalimantan Timur, usai atraksi dilindas mobil pikap. Polisi sudah menetapkan dua orang tersangka.

"Benar, kita sudah tetapkan 2 tersangka," kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (4/5) malam.

Pramuja menjelaskan, dua tersangka yakni penanggungjawab atraksi dan pengemudi mobil pikap. Terhadap keduanya, diterapkan pasal 80 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan juga pasal 359 KUHP tentang kesalahan yang mengakibatkan kematian orang lain.

"Untuk sementara dari hasil pemeriksaan itu dulu, yang bertanggungjawab ya kedua orang itu. Kita akan lanjutkan pemeriksaan berikutnya, siapa-siapa yang bertanggungjawab," tambah Sigit.

Polisi belum menahan kedua tersangka. "Untuk saat ini mereka (kedua tersangka) ada hubungan kekerabatan. Dalam artian, guru sama murid. Dan itu ekstrakurikuler di pondok pesantren," terang Sigit.

"Jadi masih suasana duka. Kita kasih kesempatan dulu, untuk selesaikan kedukaan dulu. Jadi sekarang masih fokus kedukaan. Kita ada rasa kemanusiaan juga. Yang penting, bahwa penyelidikan kita tetap jalan," tutup Sigit.

Video yang menggambarkan atraksi 6 santri dilindas mobil pikap, tengah viral di media sosial. Sigit berpesan agar masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarluaskan video berdurasi 2 menit 50 detik itu.

"Ini kan sedang berduka. Jangan disebarluaskan, mari kita berempati lah. Percayakan pada polisi bertindak profesional dan tegas," sebut Sigit.

Diketahui, RAP meregang nyawa, setelah jadi peserta atraksi bersama 5 temannya, dengan cara dilindas mobil pikap, Kamis (3/5) pagi kemarin. Pertunjukan itu, untuk menghibur acara perpisahan siswa salah satu MTs di kecamatan Sambaliung.

Usai dilindas, RAP sempat tidak sadarkan diri. Dia lantas dibawa ke RSUD Abdul Rivai, dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Diperkirakan, RAP meregang nyawa di perjalanan ke rumah sakit. Sementara 5 temannya luka-luka.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP