Polisi ringkus komplotan penjahat spesialis ATM sepi

Rabu, 2 Agustus 2017 03:32 Reporter : Nur Fauziah
Polisi ringkus komplotan penjahat spesialis ATM sepi ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Waspadalah jika melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (atm) yang sepi. Karena bisa jadi ATM itu menjadi incaran komplotan pembobol ATM yang digawangi Indra dan kawan-kawannya.

Polisi telah tiga kali melakukan penangkapan terhadap komplotan ini. Terakhir yang diamankan adalah Dikin, Nusan dan Abu di kawasan Gunung Putri Bogor, Senin (31/7) malam. Ketiganya merupakan satu sindikat dengan Indra dan Adison yang sudah diamankan sebelumnya. Hanya saja saat beraksi mereka selalu bergantian.

Sasaran komplotan ini adalah mesin ATM di SPBU. Alasannya, di SPBU dianggap lebih aman karena tidak dijaga. Apalagi tingkat transaksinya tergolong sedikit.

Pjs Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, dari tiga kali operasi penangkapan, polisi mengamankan 10 orang. Namun hanya lima yang dinaikkan statusnya sebagai tersangka. Sedangkan lima orang lainnya hanya sebagai saksi yang saat penangkapan kebetulan berada di lokasi.

Kelima tersangka adalah Indra dan Adison yang diamankan pertama kali pada Kamis (27/7) malam. Kemudian Abu, Sodikin dan Nusan yang diamankan pada Senin (31/7) malam.

"Mereka dikendalikan oleh seorang perempuan bernama Dian yang kini masih buron. Dian adalah otaknya yang membuat skenario pencurian dan berpura-pura menjadi operator," katanya, Selasa (1/8).

Pengakuan tersangka, mereka sudah tiga kali beraksi. Mulai dari Cileungsi, Bantar Gebang dan Cibinong. Namun diakui mereka hanya satu yang berhasil dengan menggasak Rp 6 juta. Uang itu kemudian dibagi-bagi sesuai dengan peranannya. "Ada yang menempelkan tusuk gigi, menjadi operator, mengawasi lokasi dan mengambil uang," paparnya.

Setelah berhasil, uang itu digunakan untuk foya-foya dan makan. Para tersangka adalah pengangguran. "Mereka satu kampung dan saling kenal. Tapi saat aksi tidak bersamaan," kata Wakil Kapolresta Depok AKBP Faisal Ramadhani.

Polisi hingga kini masih mengejar pelaku lainnya yang masih buron. Total DPO sekitar lima orang. "Kita masih dalami keterangan mereka termasuk dugaan tindak kejahatan lainnya," ucapnya.

Para pelaku dijerat pasa 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini