Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi foto depan mayat begal, Kapolri kembali tegaskan tak beretika

Polisi foto depan mayat begal, Kapolri kembali tegaskan tak beretika Kapolri Launcing Layanan Polres berbasis Online di Pekanbaru. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejahatan begal di sejumlah daerah kian memprihatinkan. Kapolri Jenderal, Tito Karnavian, mendukung pelaku begal dilumpuhkan dengan cara tegas jika melakukan perlawanan. Namun, katanya tetap terukur.

"Saya sangat mendukung apa yang dilakukan Polda Lampung dalam penindakan pelaku begal," kata Jenderal Tito usai berkunjung ke Polda Lampung. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (7/4).

Dalam kesempatan yang sama, Tito mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Polda Lampung melumpuhkan begal. Namun dia menyayangkan beredarnya foto Tim Rangger Tekab 308 Polresta Bandarlampung yang beberapa hari lalu viral di media sosial. Polisi tampak berpose di depan jenazah pelaku begal yang dijajarkan di tanah.

"Saya rasa itu kurang etis dan sama sekali tidak beretika, tapi saya hargai mereka berhasil mengungkap perkara begal," kata dia.

Tito mengaku sudah memberikan arahan kepada personel Polda Lampung agar lebih baik lagi dalam bekerja.

"Saya minta untuk Kapolda Lampung dapat memberikan arahan ke personel tersebut, jangan sampai para anggota yang telah berjuang keras mengalami demoralisasi atau penurunan moral karena masalah ini," kata dia.

"Jika perlu penindakan harus sesuai aturan tegas dan terukur," tegas Tito.

Dalam foto yang menjadi viral di media sosial tersebut, belasan anggota kepolisian tampak berdiri dan ada pula yang berjongkok di depan jenazah para pelaku begal yang dijajarkan di tanah.

Sebelumnya, tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandarlampung berhasil melakukan penyergapan terhadap kelompok begal dan pencurian kendaraan bermotor pada Sabtu (1/4).

Menurut Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono, penyergapan yang dilakukan pukul 03.00 WIB di wilayah Kota Bandarlampung berlangsung dengan sengit, sebab pelaku melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas.

Kelompok ini melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur.

"Sempat terjadi baku tembak antara para pelaku dan petugas, hingga akhirnya lima orang pelaku berinisial SF, JN, RK, IN dan HM yang seluruhnya warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur berhasil dilumpuhkan," kata dia.

Kelima pelaku tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP