Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Duga Mortir Perang Dunia II di Mako Brimob Meledak Karena Udara Panas

Polisi Duga Mortir Perang Dunia II di Mako Brimob Meledak Karena Udara Panas Brigjen Dedi Prasetyo. ©2018 Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Merdeka.com - Polisi memastikan gudang penyimpanan barang temuan di Mako Brimob Polda Jateng berisi mortir-mortir sisa perang dunia II. Polisi menduga ledakan disebabkan karena mortir-mortir itu memiliki sensitivitas tinggi yang bisa meledak jika terkena udara panas.

"Informasi yang saya dapat memang bom-bom sisa peninggalan perang dunia ke II itu adalah bom-bom yang cukup tua. Kemudian memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi. Bisa dipicu oleh udara yang panas bisa menjadi salah satu pemicu ledakan," Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (14/9).

Polisi melakukan pendataan mortir-mortir aktif yang berpotensi meledak. Jika ditemukan, kata Dedi, pihaknya akan melakukan langkah sterilisasi, pendinginan hingga disposal.

"Kemudian melakukan sterilisasi, dan kemudian apabila masih ditemukan handak-handak yang cukup berbahaya langkah selanjutnya akan dilakukan disposal. Disposal tersebut tentunya sangat tergantung oleh situasi dan aspek keamanan," ujarnya.

Untuk penyebab pasti, kata Dedi, polisi masih menunggu hasil olah TKP dari tim inafis dan identifikasi tim penjinak bom.

"Untuk hasil secara scientific apa yang menjadi faktor penyebab ledakan tsb nanti dr jibom akan mengecek dan tim dari Inafis," tutup Dedi.

Ledakan terjadi di gudang penyimpanan barang-barang temuan masyarakat Mako Brimob daerah Jeblug, Srondol, Semarang. Ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Ledakan diduga berasal dari bahan peledak sisa perang yang ditemukan oleh masyarakat.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP