Modus Dua Wanita Bandar Arisan Online Dengan Hasil Penipuan Rp4 Miliar

Rabu, 19 Januari 2022 02:34 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Modus Dua Wanita Bandar Arisan Online Dengan Hasil Penipuan Rp4 Miliar Penipuan arisan online. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap kasus arisan online dengan nilai kerugian mencapai Rp4 miliar. Pelakunya dua orang perempuan yang kini sudah ditetapkan tersangka.

Pelaku TVL melakukan aksinya dari Demak dan berhasil menjaring 169 korban dari lintas provinsi di antaranya Jateng hingga Jakarta, Medan, Batam, dan Kalimantan.

Melalui grup Whatsapp, Info arisan by V, TVL menjajakan arisan ke sejumlah korban secara online. Namun saat jatuh tempo, korban tak mendapatkan apa pun dari arisan yang dijalankan TVL.

"Merasa tertipu akhirnya korban melaporkan kejadian itu Ditreskrimsus Polda Jateng," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Selasa (18/1).

Dari hasil penyelidikan pelaku TVL sudah membuka arisan online selama setahun. Dari hasil melancarkan aksinya TVL berhasil menghimpun uang arisan sebesar Rp3 miliar.

"Tersangka kami tangkap di Stasiun Semarang," ungkapnya.

Menurutnya sejak dilaporkan ke Polda Jawa Tengah pada 11 Januari 2022, TVL sempat melarikan diri ke Bali, Surabaya, hingga akhirnya kembali ke Semarang.

"Tersangka kami profiling akhirnya kami ikuti keberangkatannya melarikan diri ke Bali, terbang ke Surabaya, dan kembali ke Semarang," jelasnya.

Tersangka kedua kasus arisan bodong berinsial IN, warga Semarang. Selama menjalankan aksinya, IN sudah melakukan penipuan terhadap 14 orang korban.

"Modus yang dilakukan sama menawarkan melalui Whatsapp menjanjikan arisan online-nya aman," tuturnya.

Dari para korban, IN sudah menghimpun dana sebesar Rp1 miliar. IN ditangkap di Semarang.

"Kami mengamankan ke dua pelaku dengan modus yang sama itu dari TKP berbeda," ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, TVL dan IN dijerat pasal 45 huruf a ayat 1 Jo pasal 28 ayat 1 UU ITE dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. "Mereka terancam hukum 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar. Keduanya juga dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),”pungkasnya. [ded]

Baca juga:
Seluk Beluk Investasi Bodong EDCcash dan Cara Menghindarinya
Seorang Selebgram di Palembang Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong
Polri Sita Mobil hingga Rumah Milik Tersangka Kasus Penipuan Investasi Alkes
Polisi Limpahkan Berkas Kasus Investasi Bodong FX Family ke Kejati Gorontalo
Polri: 6 dari 18 Perkara Investasi dan Asuransi Bodong Sudah P21

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini