Polda Jatim dalami penyelidikan jatuhnya girder beton yang tewaskan 1 pekerja
Merdeka.com - Polda Jatim masih mendalami kasus kecelakaan kerja proyek Tol Pasuruan-Probolinggo, di wilayah yang menghubungkan antara Desa Plososari dan Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan Kota, Minggu (29/10).
Polisi akan memanggil saksi ahil setelah dilakukan olah TKP oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri cabang Polda Jawa Timur, Senin (30/10) kemarin, di lokasi kejadian ambruknya girder beton jembatan tol tersebut.
"Ini masih dilakukan penyelidikan. Membutuhkan waktu bisa lebih satu minggu lebih untuk mengetahui hasilnya," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (1/11).
Kerja sama dengan saksi ahli itu nantinya akan mencocokkan hasil olah TKP dengan keterangan para saksi yang bekerja saat itu
"Sampai sekarang masih dilakukan uji laboratorium forensik," ujarnya.
Perlu diketahui, kecelakaan kerja tersebut terjadi Minggu (29/10) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat melakukan pemasangan girder ada sekitar 17 orang pekerja dari PT Waskita.
Saat dilakukan pemasangan girder keempat beratnya sekitar 100 ton diangkat dengan menggunakan dua crane mempunyai berat masing-masing 250 ton tiba-tiba goyang.
Sehingga girder yang diangkat dengan krane menggunakan tali kawat baja seling terlepas. Satu krane posisinya masih bertahan menahan girder di dekat pondasi beton jembatan.
Akibatnya, satu orang tewas yakni Heri Sunandar tertimpa girder, kemudian dua pekerja lagi yakni Sugiono dan Nurdin mengalami luka, dan hingga sekarang masih dirawat di rumah sakit Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya