Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Plt Walkot Banda Aceh soal perayaan Tahun Baru: Bukan budaya kita

Plt Walkot Banda Aceh soal perayaan Tahun Baru: Bukan budaya kita Kodim keliling pakai Anoa. ©2016 Merdeka.com/afif

Merdeka.com - Masyarakat dan gedung-gedung di Kota Banda Aceh dan sekitarnya dilarang merayakan Tahun Baru sebagaimana hasil keputusan bersama Forkopimda. Memastikan imbauan itu dilaksanakan, Kodim 0101/B melakukan seruan dengan berkeliling Banda Aceh menggunakan mobil tiga Anoa.

Hadir dalam konvoi itu Plt Wali Lota Banda Aceh, Hasanuddin, Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadhillah, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamren, Dandim 0101/BS, Kolonel Mahesa Fitriadi, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin dan sejumlah pejabat lainnya.

"Kita imbau dan mengingatkan agar tidak bereforia, bersuka cita sambut tahun baru," kata Kolonel Mahesa Fitriadi, Sabtu (31/12) di Makodim 0101/BS Banda Aceh.

Dia mengatakan, pihaknya siap memback-up pihak kepolisian untuk menjaga agar tidak ada perayaan tahun baru. Sebanyak 200 personel yang berjaga dikerahkan di sejumlah Koramil.

"Kita hanya memonitor, sehingga bila terjadi yang menjurus pada hal yang tidak kita inginkan, kita cegah dan kita imbau untuk bubar bila ada kerumunan warga," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Wali Kota Banda Aceh, Hasanuddin, menegaskan larangan ini juga berlaku untuk hotel yang ada di Banda Aceh.

"Karena ini bukan budaya kita," jelas Hasanuddin.

Bila melihat ada warga yang berkumpul menjelang pergantian tahun baru, pihaknya akan meminta secara persuasif membubarkan diri.

"Lebih baik tak perlu begadang, telat tidur bisa gak salat subuh nanti," imbuh Hasanuddin.

Sebelumnya, Forkopimda Banda Aceh telah mengeluarkan surat edaran agar warga Banda Aceh tidak merayakan pergantian tahun baru. Warga diminta tidak membakar mercon, petasan, kembang api atau barang sejenisnya jelang pergantian tahun baru.

Setelah dikeluarkan surat imbauan itu, Polisi Syariat Kota Banda Aceh telah berhasil menyita ribuan mercon. Mercon-mercon tersebut nantinya baru dikembalikan kepada pemilik barang setelah pergantian tahun baru. Penyitaan ini dilakukan oleh Polisi Syariat untuk pencegahan, agar tidak diperjualbelikan jelang pergantian tahun.

Dijelaskannya Kolonel Mahesa Fitriadi konvoi menggunakan Anoa dan puluhan motor Babinsa dan Babinkamtibmas, menunjukkan bahwa Banda Aceh aman, kondusif menjelang Pilkada serentak di Aceh.

"Mudahaan-mudahan dari segi keamanan, penyelenggaraan Pilkada sukses sesuai yang kita harapkan," jelasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP