Petani ini sangat bersyukur akan adanya bendungan di Serang dan Lebak
Merdeka.com - Menurut Tarmin, petani asal Kecamatan Pabuaran, Serang Banten, selama ini sawah yang dia miliki terkendala pengairan. Di saat musim kemarau, air untuk pengairan sawah sulit didapat sehingga tak jarang hasil panen tak memuaskan.
"Ini (Bendungan Sindang Heula) untuk irigasi. Kita mah senang, jadinya air tidak susah dan panen pastinya lebih baik," ujar Tarmin.
Bendungan Sindang Heula dibangun untuk menampung aliran Sungai Cibanten dengan volume tampungan total sebesar 9,26 juta meter kubik dan luas genangan 128,50 ha. Selain Bendungan Sindang Heula, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air juga sedang membangun Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kedua bendungan tersebut merupakan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Kedua bendungan itu dibangun untuk mendukung Provinsi Banten sebagai lumbung pangan nasional.
Tak cuma Bendungan Sindang Heula, Bendungan Karian juga sangat dinanti oleh para petani di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Selama ini warga di Rangkasbitung baru bisa menanam di masa tanam kedua di tahun 2017 setelah hujan turun.
"Hujan baru turun minggu kemarin dan kita baru mulai nanam padi karena memang nunggu hujan. Mudah-mudahan kalau bendungan (Karian) jadi petani tidak perlu lagi menunggu hujan kalau mau nanam," ujar Supri warga Kelurahan Rangkasbitung Barat.
Selama ini sulitnya air disiasati warga Rangkasbitung dengan memilih bibit unggul. Menurut Supri, petani di wilayahnya banyak yang menanam bibit unggul seperti Varietas Chiherang, Cigeulis dan IR 64.
"Kalau bendungan sudah jadi ditambah pakai bibit unggul hasil panennya tentu lebih bagus. Karena selama ini kita sulit air kalau pas masa tanam kedua yang jatuh pas musim kemarau. Mudah-mudahan (Bendungan Karian) cepat jadi," ujar Supri.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (4/9) lalu menargetkan pembangunan bendungan multifungsi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan selesai pada tahun 2019.
"Di Banten, kita sedang bangun dua Bendungan. Selain Bendungan Karian, kita juga membangun Bendungan Sindang Heula yang ukurannya lebih kecil dan ditargetkan selesai tahun 2018. Bendungan ini akan mengairi daerah irigasi seluas 1.000 ha," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mendampingi Presiden Jokowi.
Sementara itu Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Ni Made Sumiarsih, menyebutkan bahwa selain irigasi, Bendungan Sindang Heula menjadi salah satu sumber air baku dengan debit 0,8 m3/detik bagi Kota Serang dan Kabupaten Serang serta sebagai sarana pengendalian banjir wilayah tersebut sebesar 900 m3.
Bendungan Sindang Heula mulai dibangun sejak November 2015 dengan anggaran Rp 427 miliar. Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 44 persen.
Tahun ini Kementerian PUPR juga menargetkan akan menyelesaikan rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Cidurian sepanjang 11 km yang mengairi 1.735 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 17,9 miliar. Kemudian rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Pamarayan sepanjang 6,1 km yang mengaliri 257 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 11,2 miliar. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya