Pertempuran paling mendebarkan TNI vs kelompok bersenjata Papua

Selasa, 6 November 2018 06:35 Reporter : Syifa Hanifah
Pertempuran paling mendebarkan TNI vs kelompok bersenjata Papua Korpaskhas TNI AU. ©handout/Dispen Korpaskhas TNI AU

Merdeka.com - Baku tembak sering kali terjadi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan kelompok bersenjata di Papua. Dulu dikenal ada OPM, sekarang yang sering membuat rusuh adalah kelompok kriminal bersenjata atau KKB.

Keberadaan mereka sangat berbahaya. Karena itu TNI sampai turun untuk mengatasi gerakan mereka. Berikut pertempuran TNI vs kelompok bersenjata di Papua:

1 dari 4 halaman

TNI-Polri rebut balik senpi dari KKB

Senjata KKB. ©istimewa

 

Kontak senjata terjadi antara tim gabungan TNI dan Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Popome, Papua. Dalam peristiwa itu, dua anggota KKB yang merupakan anak buah Puron Wenda, tewas. Selain itu, tim gabungan juga berhasil merebut dua senjata api yang sempat dirampas KKB.

Kedua senpi yang berhasil direbut adalah senapan serbu/SS 1 dan satu pucuk senpi jenis jungle/US Carabine beserta 341 butir peluru berbagai jenis. Sedangkan anggota KKB yang tewas yaitu Gomes dan Kulomabuk. "Memang betul, dari laporan yang diterima terungkap selain merampas kembali dua senpi organik Polri dari tangan KKB juga dua anak buah Puron Wenda tewas dalam kontak senjata yang terjadi Sabtu (3/11)," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal.

2 dari 4 halaman

Baku tembak TNI dengan KKB di Tembagapura

Aksi pasukan infanteri dalam Latgab TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Baku tembak antara personel TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga pernah terjadi di Banti Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada April 2018 lalu telah menewaskan dua orang dari KKB dan puluhan lainnya terluka. Sedangkan dari pihak TNI, satu prajurit Pratu Vicky Rumpaisum gugur.

"Saat kontak tembak, dari hasil pantauan drone dari kelompok mereka dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Kemudian sambil mundur melarikan diri, mereka membakar rumah warga," kata Kepala Penerangan Kodam (kapendam) XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi.

3 dari 4 halaman

Prajurit TNI habisi komandan OPM

Senjata OPM. ©2018 istimewa

Anggota TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 751/Vira Jaya Sakti Kodam XVII/Trikora yang bertugas di Tingginambut Puncak Jaya berhasil menembak mati Komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Papua, pada 2014 lalu. Kontak tembak tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 pagi. Saat kejadian, prajurit TNI sedang berpatroli di wilayah sekitar Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

"Dalam kontak tembak tersebut, prajurit TNI berhasil melumpuhkan salah satu komandan gerakan pengacau keamanan bernama Timika Wonda," kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya waktu itu.

4 dari 4 halaman

5 Anggota kelompok bersenjata tewas ditembak TNI

Senjata OPM. ©2018 istimewa

Aparat keamanan Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata. Dalam peristiwa itu, lima anggota kelompok bersenjata dari OPM dilaporkan tewas dan dua anggota TNI terluka. Penembakan di Kampung Indawa, Tiom Kabupaten Lanny Jaya, terjadi pada 2014 lalu.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua waktu itu membenarkan peristiwa itu. Baku tembak terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. "Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak dan dua anggota kami terserempet peluru," kata Zebua, Jumat (1/8) siang, seperti dilansir dari Antara.

Christian mengatakan baku tembak itu ada 2 anggotanya yang terkena serpihan peluru, yakni Pratu Rohman Caraka, anggota Yonif 756/WMS terkena serpihan peluru di bokong dan satu anggota lain belum diketahui identitasnya. [has]

Baca juga:
Dituding intel, sejumlah guru dan tenaga medis di Papua disandera KKB
KKB pimpinan Egianus Kogeya sempat tahan guru dan medis Mapenduma
Lerai bentrok warga di Papua, mata anggota Brimob ini terkena busur panah
Geledah kantor sekretariat KNPB di Mimika, TNI-Polri tangkap 8 orang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini