Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perahu Jolloro hancur diterjang ombak, tiga penumpang tewas

Perahu Jolloro hancur diterjang ombak, tiga penumpang tewas Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Jolloro, sejenis perahu tradisional yang memuat puluhan warga sekaligus ABK-nya pecah berkeping-keping setelah diterjang ombak tinggi di perairan muara Paria Lau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulsel, Jumat siang tadi, (3/2) pukul 14.20 wita. Hingga sore ini, sudah tiga orang ditemukan tewas dan 15 orang lainnya selamat.

Syaharuddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Takalar yang dikonfirmasi menjelaskan, jolloro ini meninggalkan dermaga di Takalar Lama pukul 14.00 wita dengan tujuan ke Pulau Tanakeke. Namun selang beberapa menit kemudian, tepatnya baru sekitar 1 kilometer menjauh dari darat tiba-tiba kondisi cuaca buruk sekali. Angin kencang dan ombak besar dengan ketinggian 4 hingga 5 meter. Saat itulah, jolloro ini langsung terbalik.

"Informasi mengenai jumlah penumpang kapal masih simpang siur. Ada yang menyebut 20 orang, 28, 30 bahkan 40 orang. Tetapi hingga sore ini kita sudah berhasil temukan 15 warga dalam kondisi selamat, salah satunya adalah Daeng Awing pemilik kapal yang ada juga di atas kapal. Lalu tiga lainnya ditemukan, tapi sudah meninggal dunia setelah tenggelam," kata Syaharuddin.

Yang selamat ini, kata Syaharuddin, ditemukan mengapung karena berpegang pada papan, balok dan memeluk jerigen. Langsung dievakuasi naik ke kapal BPBD. Diungkapnya, dia belum bisa menyebutkan secara pasti berapa lagi jumlah orang yang dinyatakan hilang dan harus dicari karena informasi masih simpang siur. Olehnya akan diintensifkan dulu pengambilan keterangan terhadap penumpang yang selamat termasuk di antaranya Daeng Awing (50), pemilik kapal jolloro tersebut.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP