Penerima Vaksin AstraZeneca Bisa Dapat Booster Setengah Dosis Pfizer

Kamis, 13 Januari 2022 17:06 Reporter : Supriatin
Penerima Vaksin AstraZeneca Bisa Dapat Booster Setengah Dosis Pfizer Vaksin booster. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengizinkan penerima vaksin primer (dosis 1 dan 2) AstraZeneca untuk mendapatkan booster Pfizer setengah dosis. Pemberian izin ini melalui Surat Edaran Nmor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Surat edaran ini diterbitkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Surat ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu melalui suratnya menyampaikan, jenis vaksin booster yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).

"Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml)," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1).

Maxi menjelaskan, pemberian booster merujuk pada hasil studi yang menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap. Sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.

"Vaksinasi booster ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan," ujarnya.

Menurutnya, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) juga menganjurkan pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun. Sasaran vaksinasi booster ialah masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok lansia dan penderita imunokompromais.

Pelaksanaan vaksinasi booster bagi sasaran lansia dapat dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Sementara sasaran non lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 minimal 70 persen dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 persen.

Jika ingin mendapatkan vaksin booster, calon penerima harus menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK ke fasilitas kesehatan. Bisa juga mendaftar melalui aplikasi PeduliLindungi. Penerima vaksinasi booster harus telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

Penyuntikan vaksin booster dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. Bagi daerah yang belum menerima jarum suntik sekali pakai ini, maka dapat memanfaatkan yang tersedia.

Bagi ibu hamil, penggunaan vaksin mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi booster dilakukan di Puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Vaksinasi booster dapat dilaksanakan bersamaan dengan vaksinasi primer, dengan vaksinator yang berbeda. Dahulukan penggunaan vaksin yang sudah dekat masa kedaluwarsa terlebih dahulu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi booster di Indonesia menggunakan tiga kombinasi dengan dosis yang sama, yakni setengah. Pertama, masyarakat yang mendapatkan vaksin primer Sinovac maka booster menggunakan Pfizer dengan dosis setengah.

Kedua, jika masyarakat mendapatkan vaksin primer Sinovac maka booster bisa menggunakan setengah dosis AstraZeneca. Ketiga, masyarakat yang telah menerima vaksin primer AstraZeneca bisa mendapatkan booster setengah dosis Moderna. [ray]

Baca juga:
Kemenkes: 6.441 Lansia Sudah Menerima Vaksin Booster Covid-19
Menkominfo Minta Warga Ikuti Ketentuan Vaksinasi Booster Covid-19
Menkominfo: Jangan Terima Tawaran Vaksin Booster Berbayar
PBNU Minta Nahdliyin Pakai Vaksin Booster Halal sesuai Fatwa MUI
INFOGRAFIS: Syarat, Cara dan Mekanisme Vaksinasi Booster Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini