Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkot Solo pantau 3.000 titik penyembelihan hewan kurban

Pemkot Solo pantau 3.000 titik penyembelihan hewan kurban Penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Al Azhar. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Pemkot Solo melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan terus memantau hewan yang akan dijadikan kurban saat perayaan Idul Adha 2018. Pasalnya, menjelang hari raya, banyak hewan kurban yang didatangkan dari luar kota secara mendadak, karena persediaan di Solo tak mencukupi.

Kepala Dispertan Solo, Weni Ekayanti mengatakan, pihaknya menerjunkan 5 tim yang akan ditugaskan memantau ke lokasi penyembelihan. Tim tersebut terdiri dari seorang dokter hewan dan belasan petugas lapangan serta koordinator untuk pembagian lokasi yang harus diawasi.

"Jumlah tim yang kita terjunkan sudah cukup. Apalagi kami sudah melakukan pemantauan sejak lama. Kebutuhan hewan kurban setiap tahunnya selalu meningkat. Jadi harus kita pantau dengan ketat," ujar Weni, Selasa (21/8).

Dia menerangkan, tim tersebut akan melakukan pemeriksaan ulang kesehatan hewan-hewan yang masuk. Menurutnya, saat ini di Solo ada sekitar 50 tempat penjualan hewan kurban. Diperkirakan jumlah tersebut tak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan berkurban.

Selain di lokasi penjualan, pengawasan juga dilakukan di TPA (tempat pembuangan akhir sampah) Putri Cempo. Di lokasi tersebut terdapat lebih dari 500 sapi yang dipelihara dan memakan sampah. Sehingga berbahaya jika dikonsumsi untuk kurban, karena mengandung logam berat.

"Sapi di sini harus dikarantina selama 6 bulan kalau mau dijadikan hewan kurban. Dagingnya mengandung logam berat, jadi harus dipindahkan dan diberi makanan yang sehat sebelum dijual," tutupnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP