Pemkot Garut Tunggu Kajian Komda KIPI Soal Siswi Meninggal Sepekan Setelah Vaksinasi

Rabu, 26 Januari 2022 21:04 Reporter : Mochammad Iqbal
Pemkot Garut Tunggu Kajian Komda KIPI Soal Siswi Meninggal Sepekan Setelah Vaksinasi Vaksinasi Covid-19 di SDI Al Hidayah Depok. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman meminta agar anak 6-11 tahun dan juga para orang tuanya untuk tidak takut divaksinasi. Permintaan itu disampaikannya pasca kejadian meninggalnya seorang siswa sepekan setelah divaksinasi Covid-19.

Dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 dipastikan aman, dan hal tersebut merupakan hasil kajian para ahli di bidangnya.

"Jadi anak-anak 6-11 tahun jangan takut divaksinasi, karena vaksin dipastikan aman," katanya, Rabu (26/1).

Terkait penyebab meninggalnya siswa tersebut, Helmi mengaku, pihaknya saat ini masih menunggu kajian dari komisi daerah (Komda) kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Jawa Barat. Nantinya, dari hasil kajian tersebut akan menunjukan penyebab utama penyebab meninggalnya siswa itu.

“Semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti itu, sudah cukup dua orang yang meninggal (pasca vaksinasi Covid-19). Dan dari pemerintahan Kabupaten Garut juga, pa Bupati sudah datang ke rumah duka untuk siswa,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana menyatakan bahwa pihaknya akan lebih mengetatkan proses skrining kepada anak 6-11 tahun yang akan divaksinasi. Untuk memaksimalkan hal tersebut, seluruh anak yang akan divaksinasi harus didampingi oleh orang tua atau kerabat.

“Jadi yang mengantar harus tahu betul riwayat anak, termasuk penyakitnya seperti apa. Jadi bisa orang tua atau kerabat, sehingga saat dilakukan skrining semuanya terbuka dan dokter bisa mengambil kesimpulan bisa atau tidaknya divaksinasi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dijelaskan Nurdin, jumlah anak 6-11 tahun yang mengalami KIPI sejak awal digelar sampai harus mendapatkan perawatan di rumah sakit berjumlah 13 orang. Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya saat ini sudah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Dengan adanya potensi KIPI pada vaksinasi anak 6-11 tahun, Nurdin juga mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan ruangan khusus di RSUD dr Slamet Garut untuk perawatan.

“Jadi nanti anak yang mengalami KIPI ini dibawa ke RSUD, dipisahkan ruangannya dari pasien lain, tempatnya kita desain sedemikian rupa sesuai dengan tema anak. Tidak boleh lagi ada kedepannya yang dibawa ke rumah sakit lain, termasuk ke puskesmas agar perawatannya lebih maksimal,” tutup Nurdin. [fik]

Baca juga:
Kasus Suntik Vaksin Kosong di Medan Diambil Alih Polda Sumut
Hal yang Pantang bagi Anak Sebelum dan Sesudah Vaksinasi COVID-19
Ada Siswa Meninggal Usai Disuntik, Vaksinasi Anak di Tasik Wajib Didampingi Orangtua
Penjelasan Dinkes Garut Siswa SD Meninggal Usai 6 Hari Vaksinasi
Siswa MI di Sukabumi Meninggal Bukan Akibat Vaksin Covid-19, Ini Hasil Investigasinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini