Pemkot Ambil Alih Bangunan Supermarket Pertama di Medan

Sabtu, 10 Agustus 2019 02:31 Reporter : Yan Muhardiansyah
Pemkot Ambil Alih Bangunan Supermarket Pertama di Medan Satpol PP menertibkan gedung Warenhuis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemkot Medan menguasai kembali gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Medan. Petugas Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI akhirnya berhasil mengosongkan seluruh bangunan toserba atau supermarket pertama itu, Jumat (9/8).

Petugas penertiban mengeluarkan barang-barang warga penghuni bangunan bersejarah. Seluruhnya diangkut ke dalam truk Satpol PP. Sementara tenda-tenda yang ada di dalam gedung dirobohkan.

Penertiban berlangsung lancar. Penghuni hanya bisa menggerutu sambil mengangkut barang-barangnya ke luar gedung.

"Biar saja orang ini angkat barang-barang ini, nanti kita letakkan di rumah Wali Kota," kata seorang wanita sambil mengangkati pakaian ke luar gedung yang dibangun sekitar 103 tahun lalu itu.

Pemkot Medan memang memberi batas waktu hingga Jumat (9/8) kepada para penghuni untuk mengosongkan aset. Sebelum petugas datang, penghuni sudah mengangkati barang-barangnya, seperti mesin cuci, lemari, meja, kursi dan lainnya. Mereka kemudian membawanya menggunakan becak.

Satpol PP masih berjaga di sekitar gedung yang ditertibkan. Sementara jalan di sekitarnya ditutup dan untuk sementara dialihkan.

Warenhuis merupakan toserba atau supermarket pertama di Kota Medan. Bangunannya diarsiteki G Bos dari Jerman dan diresmikan Wali Kota Daniel Baron Mackay pada 1919.

Kondisi gedung Warenhuis saat ini sangat kumuh, karena bangunan memang puluhan tahun terbengkalai. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan dan barang-barang berserakan. Terdapat pula bilik-bilik berdinding tripleks. Di bagian tengah gedung, berserak sampah, bahkan ada yang menumpuk. Rumput liar pun tumbuh subur di sana.

Selama ini gedung Warenhuis didiami beberapa keluarga. Sejumlah ormas juga berkantor di sana. Ada yang masih menolak pengosongan.

Setelah ditertibkan, bangunan di atas lahan seluas 1.752 meter persegi itu disegel. "Dinas Perkim akan menutup bangunan ini, untuk urusan selanjutnya. Yang paling penting kita mengosongkan gedung ini. Kita bisa melihat (ada) penolakan. Cuma mereka (warga) mungkin kesulitan, mengangkat atau menyimpan barang–barang mereka," kata Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmad Harahap.

Dia mengaku belum mengetahui peruntukan Warenhuis selanjutnya. "Kita enggak tahu. Yang penting ini untuk pemerintahan kota. Untuk apa pun itu pelayanan masyarakat," tutupnya.

Sementara sejarahwan Kota Medan, Erond L Damanik, menyarankan agar Gedung Warenhuis dipugar agar jejak sejarahnya tidak hilang. "Jangan sampai jatuh ke pihak swasta," harapnya.

Menurutnya, Pemkot Medan punya kemampuan untuk melakukan revitalisasi. "Itu dulu menjadi pusat perdagangan Kota Medan. Dengan statusnya sebagai supermarket pertama Kota Medan. Punya jejak historis yang tinggi, karena menandai era ekonomi modern di Kota Medan. Kalau itu diruntuhkan, berarti menghapuskan nilai sejarahnya," tutup Erond. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini