Pemerintah Bangun IKN Pakai APBN, Ini Alasannya

Selasa, 16 Agustus 2022 07:30 Reporter : Fikri Faqih
Pemerintah Bangun IKN Pakai APBN, Ini Alasannya Desain Istana Kepresiden Ibu Kota Baru. Instagram@nyoman_nuarta

Merdeka.com - Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) dilakukan guna membangun kepercayaan pasar. Harapannya ke depan banyak investasi swasta untuk melanjutkan pembangunan IKN.

"Pada tahap awal, pelaksanaan pembangunan IKN memang mendapatkan alokasi dari APBN, sehingga dari sini diharapkan menjadi pengungkit sekaligus untuk menciptakan kepercayaan pasar," kata Kepala Otorita IKN Bambang Susantono di Samarinda, Senin (15/8).

Sejalan dengan pembangunan yang menggunakan APBN ini, pemerintah terus mengupayakan sumber pendanaan lain yang sah dan dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan. Karena pemerintah menginginkan peran swasta dalam pembangunan di kawasan IKN.

2 dari 3 halaman

"Metode creative financing yang baru seperti municipal bond, SDG bond, ataupun green bond, menjadi alternatif yang mungkin akan diterapkan. Semua ini bisa dijalankan dengan efektif jika Ibu Kota Nusantara mempunyai ESG yang baik," ujarnya.

Menurutnya, penegakan tata kelola yang yang baik akan menjaga reputasi dan kredibilitas IKN, termasuk penanganan lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, and governance/ESG) secara baik akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan IKN.

Bambang ingin membuktikan di 2024 mendatang ada target-target yang bisa dilihat, yakni ada sekitar 921 hektare yang akan dilengkapi, bukan hanya membangun gedung, tapi ada fasilitas pendidikan, kesehatan, kafe, hingga warung makan.

"Itu merupakan sejumlah target yang ingin kami capai secara berjenjang, dengan demikian tentu investor akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang akan dibangun berkelanjutan," terangnya seperti dilansir dari Antara.

3 dari 3 halaman

Terkait dengan Seminar Tata Kelola Pelaksanaan Pembangunan IKN yang digelar hari ini, selain ingin menyampaikan ke masyarakat tentang berbagai hal mengenai IKN, pihaknya juga ingin mendapat masukan dari berbagai pihak baik terkait lingkungan, sosial, dan lainnya.

"Semakin bagus kita menangani masalah lingkungan, sosial, dan masalah yang berhubungan dengan tata kelola, maka biaya risiko, biaya reputasi akan semakin turun. Semakin baik persepsi bahwa pembangunan IKN bisa berjalan bersih, makin terbuka pula peluang mendapatkan investasi," tutup Bambang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah mulai menganggarkan Rp27 triliun hingga Rp30 triliun dari APBN 2023 untuk proyek pembangunan ibu kota negara atau IKN Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri lainnya dia membahas pokok kebijakan fiskal, sebagai awal penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023 dalam sidang kabinet terbatas di Istana Negara, Kamis (14/4).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengalokasikan belanja infrastruktur sekitar Rp367 triliun hingga Rp402 triliun pada tahun depan. Jumlah itu ternyata mencakup anggaran pembangunan IKN Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Kami juga dalam APBN tahun depan sudah mencadangkan untuk belanja pembangunan ibu kota negara baru yaitu antara Rp27-30 triliun," ujar Sri, Kamis (14/4). [fik]

Baca juga:
DPRD Bentuk Pansus Wakili Masyarakat Terkait Nasib Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah
IKN Pindah ke Kaltim, Pansus DPRD DKI Ingin Jakarta jadi Kota Bisnis dan Jasa
Pansus IKN DPRD DKI Rapat Perdana, Soroti Revisi UU Kekhususan DKI Jakarta
BI: Dampak Pembangunan Ibu Kota Baru Sudah Terasa di Kalimantan Timur
Ibu Kota Baru Bakal Punya Tol Bawah Laut Terdalam di Dunia
Menteri Basuki Soal Pembangunan IKN: Jokowi Tak Suka Groundbreaking
Pembangunan IKN Bisa Dimulai Bulan Depan Usai Penetapan Tender

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini