Hot Issue

Pegawai Alfamart Rekam Pengendara Mercy Curi Cokelat Tak Bisa Dijerat UU ITE

Senin, 15 Agustus 2022 18:44 Reporter : Merdeka
Pegawai Alfamart Rekam Pengendara Mercy Curi Cokelat Tak Bisa Dijerat UU ITE Fakta Kasus Pegawai Alfamart yang Viral Usai Tangkap Maling, Berujung Proses Hukum. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pegawai Alfamart diancam konsumen yang mengambil cokelat tanpa membayar. Insiden itu terjadi di Alfamart kawasan Cisauk, Serpong, Tangerang.

Konsumen yang diketahui bernama Mariana itu mengintimidasi pegawai Alfamart tersebut setelah tak terima aksinya mengambil cokelat direkam tanpa izin. Pengendara Mercy itu bahkan mengancam pegawai Alfamart dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan memaksa meminta maaf karena merekam tanpa izin hingga viral di media sosial.

Pakar Hukum Pidana Universitas Borobudur Faisal Santiago mengatakan, perekaman yang dilakukan pegawai Alfamart terhadap pengutil dan mengunggahnya ke media sosial tidak termasuk kategori dapat dipidanakan. Sebab menurut Faisal, aksi dilakukan pegawai tersebut merupakan fakta kejadian.

"Apa adanya karyawan itu melihat dan merekam ibu itu mengambil cokelat. Kecuali ibu itu tidak mengambil cokelat dan diviralkan, nah itu berarti pidana UU ITE," ujar Faisal saat dihubungi merdeka.com, Senin (15/8).

Faisal menjelaskan, dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memang terdapat larangan menyebarkan konten perbuatan melanggar hukum. Namun dalam kasus pegawai Alfamart dan ibu pengutil cokelat itu, UU ITE tidak dapat diberlakukan.

2 dari 4 halaman

Perekaman Dilakukan Pegawai Alfamart Bukti Pencurian

Dia menilai rekaman tersebut sebagai alat bukti atas aksi pencurian oleh seorang konsumen. Karena itu, Faisal menyebut ancaman yang disampaikan oleh pengendara Mercy dan pengacaranya tidak ditemukan dasar hukum.

"Dalam UU ITE melarang kalau yang diviralkan itu adalah sesuatu yang melakukan perbuatan melawan hukum. Seperti kasusnya Roy Suryo yang membuat meme menyakiti hati orang lain. Kalau ini kan apa adanya memang ibu itu mengambil cokelat, dan kebetulan memang tugasnya karyawan Alfamart untuk inisiatif merekam sebagai alat bukti," ujar dia.

Justru, Faisal merasa masyarakat Indonesia perlu mencontoh karyawan Alfamart yang berani merekam tindak kejahatan dan membagikannya ke ruang publik. Tujuannya yakni sebagai edukasi sosial kepada masyarakat.

"Nah itulah yang seharusnya dilakuan oleh semua warga negara kalau ada hal-hal yang sifatnya perbuatan pidana ya dipopulerkan. Jadi supaya ada penanganan, peningkatan dan sebagainya," kata dia.

Hal senada dikatakan pengamat hukum pidana dari Universitas Parahyangan Agustinus Pohan. Dia mengatakan, tidak ada unsur pencemaran nama baik dilakukan karyawan Alfamart tersebut. Sebab, karyawan tersebut hanya mengungkap kebenaran.

"Kebenaran bukan merupakan pencemaran nama baik," tegas Pohan kepada merdeka.com.

3 dari 4 halaman

Alfamart Tunjuk Hotman Paris jadi Pengacara Lawan Pengendara Mercy Curi Cokelat

Alfamart menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum untuk menangani kasus pengancaman terhadap karyawannya. Karyawan Alfamart mendapatkan ancaman dari pengendara Mercy yang terbukti mencuri cokelat.

"Alfamart telah menunjuk kantor hukum Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum kami," kata Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Solihin, melalui pernyataan resminya, Senin (15/8).

Solihin menegaskan Alfamart mendukung penuh karyawannya karena telah bekerja sesuai prosedur dengan baik. "Perusahaan sepenuhnya mendukung karyawan kami yang berdasarkan investigasi awal menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur," ucapnya.

Dia juga menekankan menolak tindakan intimidasi yang dilakukan pengendara Mercy kepada karyawan Alfamart. Solihin berharap, kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Kami berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar menghormati hak setiap warga negara di mata hukum," kata Solihin.

Hotman Paris Hutapea sebelumnya menyatakan siap membela pegawai Alfamart yang menjadi korban pengancaman pengendara Mercy mengambil barang tanpa membayar. Hal itu disampaikan Hotman Paris dalam video yang diunggahnya di akun Instagram @hotmanparisofficial, Senin (15/8).

4 dari 4 halaman

Kronologi Pengendara Mercy Curi Cokelat

Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman melalui keterangan tertulis, Senin (15/8), menceritakan kronologi karyawannya mendapatkan ancaman dari konsumen.

Pada 13 Agustus 2022 sekitar pukul 10.30 WIB, karyawan Alfamart memergoki konsumen yang mencuri cokelat. Peristiwa itu terjadi di Alfamart Sampora, Kampung Sampora RT 04, RW 02, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan.

Usai memergoki konsumen yang menggunakan mobil Mercy itu, karyawan Alfamart mendapatkan pengancaman. Karyawan tersebut juga dipaksa menyampaikan permintaan maaf. Sang konsumen mendatangi karyawan Alfamart bersama pengacaranya.

"Karyawan kami menyaksikan kejadian konsumen yang telah mengambil barang tanpa membayar. Setelah dimintai pertanggungjawaban, konsumen baru membayar produk cokelat yang diambilnya," jelas Nur.

Dari investigasi, karyawan pun menemukan produk lain yang diambil selain cokelat. Alfamart sangat menyayangkan adanya tindakan lanjutan sepihak dari konsumen dengan membawa pengacara yang membuat karyawan Alfamart tertekan.

Reporter: Michelle Kurniawan [gil]

Baca juga:
Saham Alfamart Anjlok Dipicu Viralnya Video Karyawan Minta Maaf ke Pencuri Cokelat
Pegawai Alfamart Lapor Polisi, Pengendara Mercy Curi Cokelat Segera Diperiksa
Alfamart Tunjuk Hotman Paris jadi Pengacara Lawan Pengendara Mercy Curi Cokelat
Polisi Klarifikasi Kasus Pengendara Mercy Curi Cokelat di Alfamart

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini