PDIP bakal perkuat jadi diri DIY sebagai pusat kebudayaan
Merdeka.com - Pilkada Kota Yogyakarta bagi PDI Perjuangan ditempatkan sebagai ritual kebudayaan untuk memperkuat Jogja sebagai sumber kebudayaan. DIY merupakan tempat dan pusatnya kebudayaan.
"Yogyakarta merupakan bauran sempurna sebagai kota revolusi, kota kebudayaan, pendidikan, dan pusat pengembangan kebudayaan Jawa yang mengedepankan nilai-nilai kultural penuh dengan kreativitas, dan daya cipta," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (2/10).
Hasto menghadiri Rapat Kerja Daerah DPD PDIP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Untuk diketahui, pasangan Imam Priyono dan Ahmad Fadli adalah calon yang diusung PDIP di Pilkada Yogjakarta yang akan digelar Februari tahun depan.
"Melihat Yogja haruslah dalam perspektif kebudayaan. Kenyataan Yogja sebagai sumber kebudayaan inilah yang akan diperjuangkan pasangan Imam Priyono dan Ahmad Fadli yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Yogjakarta," jelas Hasto.
Sekjen PDIP menjelaskan pesan kebudayaan itu secara khusus disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ketika memberikan arahan tentang Pilkada Koya Yogyakarta bagi pasangan Imam-Fadli.
"Dalam tradisi kebudayaan yang mencerminkan bagaimana Pancasila hidup mengakar dalam keseharian masyarakat Jogja yang dikenal sangat toleran, dan bergotong royong, maka pasangan Imam-Fadli harus mampu menggelorakan Jogja sebagai pusat kebudayaan dan sekaligus kota yang merekam jejak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Bahkan saya sendiri lahir di Jogja, karena itulah kembangkan seluruh perspektif kebudayaan di kota pendidikan tersebut," pesan Megawati sebagaimana ditirukan oleh Hasto Kristiyanto.
Upaya menjadikan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan harus memperhatikan aspek kontinuitas dan kreativitas budaya.
"Yogyakarta harus penuh dengan ruang publik dengan taman-taman kota yang indah, penataan rumah-rumah penduduk dengan keseluruhan nuansa kebudayaan Jawa, ruang ekspresi kebudayaan, dan museum-museum yang mempertemukan gambaran masa lalu, masa kini dan masa depan," kata Hasto.
Hasto sendiri menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk menjadikan kota Yogja berdiri kokoh menjadi kota yang berkepribadian.
"Garis imajiner Gunung Merapi, Tugu, Kraton, dan Laut Selatan dengan nilai sangkan paraning dumadi, kosmologi Jawa empat papat lima pancer dan lain-lain, akan menjadi dasar penataan tata ruang Jogja," tutup Hasto. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya