PBSI soal PB Djarum Setop Audisi: Tragis, Aktivitas Positif Justru Dihambat

Minggu, 8 September 2019 16:14 Reporter : Lia Harahap
PBSI soal PB Djarum Setop Audisi: Tragis, Aktivitas Positif Justru Dihambat Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Fondation. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PB Djarum telah mengambil keputusan menyikapi polemiknya bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lewat Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, PB Djarum memilih menyetop sementara waktu proses Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis terhitung mulai 2020.

"Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu. Masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto menyayangkan keputusan PB Djarum. Dia menyesalkan aktivitas positif ini malah dianggap mengeksploitasi anak-anak.

"Sikap PBSI sudah jelas, sangat menyayangkan terjadi masalah ini sampai akhirnya dihentikan audisinya. Kita lihat bahwa ini agak tragis, sesuatu aktivitas positif yang sangat membantu mengkonstruksi, melanjutkan generasi bulu tangkis Indonesia, itu malah mendapatkan hambatan dan halangan seperti ini," kata Achmad Budiharto, saat dihubungi merdeka.com, Minggu (8/9).

Dia menilai keberadaan klub seperti PB Djarum sangat membantu PBSI mencari bibit-bibit baru. Sebab dalam hal ini, diakuinya PBSI sulit bisa melakukan program ini.

"Jujur saja PBSI enggak sanggup untuk mengadakan program seperti ini karena PBSI untuk hidupkan diri sendiri sudah cukup sulit. Ini ada pihak swasta berkontribusi positif untuk membantu pembibitan," sambungnya.

Budiharto menambahkan, di PBSI sendiri pola perekrutan biasanya dilakukan pada usia 17 tahun. Padahal, katanya, untuk menghasilkan atlet berkualitas harus dibina sejak usia dini minimal 6 sampai 17 tahun.

Di situlah peran klub-klub yang ada di Indonesia. PB Djarum diakui sebagai salah satu yang berkontribusi besar dan konsisten dalam pembinaan. Punya punya metode pembinaan yang baik mulai dari rekrutmen sampai pembinaannya. Semua itu sudah terbukti.

"Sampai sekarang 40 persen pemain pelatnas itu dari PB djarum. Termasuk siapa yang enggak tahu Kevin, Jordan, mereka hasil audisi," sambungnya.

Dia menceritakan asal muasal lahirnya seorang Kevin Sanjaya yang telah berulang kali menorehkan prestasi di cabang olah raga bulu tangkis. Kevin bisa berprestasi sampai saat ini karena dimulai dari audisi.

"Pertama kali dia gagal, baru bisa masuk yang kedua. Artinya, memang ada proses seleksi yang sangat selektif untuk ciptakan model kayak Kevin. Ini satu hal yang enggak bisa ditangani PBSI dan pemerintah, di sini swastanya yang berperan. kalau srkg peran swastanya mulai diotak atik," beber dia.

Saat ini, 40 persen atlet di Pelatnas hasil didikan PB Djarum. Bahkan di era sebelumnya, atlet yang mengharumkan nama Indonesia di dunia juga hasil tempaan PB Djarum.

"Kemarin juara dunia Leo Rolly Carnando dan Indah Cahya Sari Jamil itu dari hasil di audisi. Tahun ini mereka akan ikut kejuaraan dunia lagi mereka berangkat ke Rusia bulan depan dan timnya 50 persen dari PB Djarum yang ada di Pelatnas," jelasnya.

"Dan saya khwatirkan satu, tahun depan itu Olimpiade 2020 dan tim utamanya kalau ganda putra siapa? Kevin, Hendra dan Ahsan. Ganda campuran, Jordan sama Meli dari mana? Ini yang kadang-kadang kurang disadari, mudah-mudah ini cukup menggugah beliau-beliau lah," jelasnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini