Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Khofifah Blusukan di Pasar Pahing Kediri

Jumat, 3 Mei 2019 10:40 Reporter : Imam Mubarok
Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Khofifah Blusukan di Pasar Pahing Kediri Khofifah Blusukan di Pasar Pahing. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawasan, blusukan ke Pasar Pahing Kota Kediri di Jalan HOS Cokroaminto, Jumat pagi (3/5). Kedatangan Khofifah untuk memantau harga kebutuhan pokok jelang Ramadan .

Khofifah tiba di Pasar Pahing pukul 07.58 menggunakan baju putih langsung menyapa para pedagang. Dia menanyakan dagangan apa saja yang mengalami kenaikan jelang Ramadan.

"Pasar Pahing ini adalah pasar yang dijadikan sampling dari 10 pasar yang ada di Jawa Timur oleh BPS. Jadi untuk melihat barang pokok tertentu kalau ada dinamika harus segera diintervensi, salah satunya Pasar Pahing di Kota Kediri ini," kata Khofifah didampingi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi.

Ditambahkan Khofifah, di berbagai daerah bawang putih juga masih langka. Khusus di Kediri, ada operasi pasar di tiga titik khusus yang menjual bawang putih.

"Secara keseluruhan stok bahan pokok menjelang Ramadan itu cukup. Apakah bawang merah, daging, tepung, telur ataukah daging ayam. Tetapi dimannya mengalami peningkatan, sehingga ada kenaikan bahan pokok tertentu. Telur misalnya, kemudian daging ayam, brambang mengalami penurunan tinggal sekarang bawang putih," ujar Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU ini.

Soal harga bawang putih, Khofifah menjanjikan minggu depan atau minggu kedua Mei sudah akan kembali normal. Pemerintah akan mengimpor bawang putih, sehingga masyarakat Jawa Timur saya ingin menyampaikan harga bawang putih akan kembali normal.

"Hari ini sepertinya mengalami kenaikan psikologis, karena dimannya tinggi jelang Ramadan. Salah satunya telur yang mengalami kenaikan antara rata-rata Rp 1.000-2.000, demikian juga ayam. Daging ayam tertinggi di Pasar Pahing rata-rata tertinggi Rp 32.000, itu artinya masih sesuai HET. Kita berharap stok yang cukup diikuti dengan proses monitoring yang bagus, maka harga-harga tidak akan melampaui HET," tandasnya.

Disinggung soal import bawang putih , Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian Perdagangan dan Perdagangan Luar Negeri Kemenkeu.

"Untuk Jawa Timur Insya Allah masuk tanggal 10 bulan Mei sebanyak 15 ribu ton. Tentunya yang sampai akan lebih dari itu karena juga akan disebar ke provinsi lain. Kebutuhan bawang putih di Jawa Timur dalam sebulan mencapai 4.690 ton. Jadi tanggal 10 Mei turun 15 ribu ton maka hal ini akan cukup untuk tiga bulan ke depan," jelasnya.

Di akhir wawancara khofifah berharap tidak ada yang memanfaatkan suasana seperti ini, seperti aksi borong-borong dan menimbun. "Mari kita berikan pelayanan kepada masyarakat ketika menghadapi bulan Ramadan dengan suka cita. Karena mereka mengakses kebutuhan barang pokok yang terjangkau oleh masyarakat," katanya.

Setelah dari Pasar Pahing, Khofifah dan rombongan mengunjungi lokasi Operasi Pasar Murah (OPM) di TPID Kota Kediri. Komoditi yang dijual yakni bawang putih import dengan harga Rp 24.000/kg dengan jumlah stok hari ini sebanyak 400 Kg.

Selain didampingi jajaran Muspida Kota Kediri, sidak gubernur ini juga didampingi Kepala BI, Musni Hardi Kusuma Atmaja; Kepala Disperindag Provinsi Jatim, Drajat Irawan; Kepala Diskominfo Provinsi Jatim, Ardo Sahak; UPT Perlindungan Konsumen Kediri, Mariadi; Kepala Disperindag Kota Kediri, Yetty Sisworini; Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana; Kepala Barenlitbang Kota Kediri, Edi Darmasto; Perwakilan Bank Jatim Pusat, Kepala Kadin Kota Kediri, Solikin; Direktur PD Pasar Joyoboyo Kota Kediri, M Ikhwan Yusuf; Wakil Kepala Bulog Sub Divre Kediri, Defrizal, dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kota Kediri. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini