Orangtua Tak Perlu Panik, Ini Cara Atasi KIPI Vaksin Covid-19 Pada Anak

Sabtu, 22 Januari 2022 16:01 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Orangtua Tak Perlu Panik, Ini Cara Atasi KIPI Vaksin Covid-19 Pada Anak Vaksinasi Anak. ©2021 Merdeka.com/Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Vaksinasi Covid-19 sudah mulai diberikan kepada anak-anak. Sama halnya pada dewasa dan remaja, anak bisa mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil hingga mual atau muntah.

Ketua Komnas KIPI Hinky Hindra Irawan Satari menuturkan setelah diberikan vaksinasi pada anak, orangtua harus selalu memantau. Jika anak mengalami KIPI seperti demam, jangan panik dan segera berikan obat pereda.

"Jika anak tidak terasa nyaman istirahat, kalau perlu obat, berikan obat segera, kalau dia demam segera jangan ditunda, tidak akan mempengaruhi daya kebal yang akan diperoleh," kata Hinky dalam dalam diskusi 'IDAI menjawab kegalauan tentang vaksin Covid-19 pada anak' dalam siaran teleconference, Sabtu (22/1).

Hinky menuturkan, anak-anak setelah divaksin perlu istirahat dan mengonsumsi air putih yang cukup. Jika mengalami nyeri di tangan setelah disuntik tetap digerakkan dan digunakan.

"Bila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi air dingin," bebernya.

Hinky menjelaskan, biasanya gejala pascaimunisasi seperti demam akan pulih dalam satu atau dua hari. Tetapi jika demam tidak kunjung reda segera hubungi tenaga kesehatan terdekat.

"Jadi kalau lebih dari 48 jam, lebih lama dari 48 jam periksa tes covid, karena diagnosis pertama adalah terkena covid," bebernya.

Tetapi menurut dia ada beberapa kasus KIPI pada anak setelah dites bukan disebabkan covid atau KIPI murni. Melainkan kasus Expanded Dengue Syndrome (EDS), sebuah penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue.

"Demam berdarah masih ada bahkan ada yang berakibat fatal kemarin di rumah sakit swasta di Jakarta timur atau barat, coba cek, daerah di Tasikmalaya itu ternyata dengue, harus kita cek 48 jam, lebih dini enggak apa-apa, artinya dipantau tiap hari," pungkasnya. [lia]

Baca juga:
Komnas KIPI: Tidak Benar KIPI Anak Lebih Tinggi dari Dewasa
Cegah Lonjakan Omicron, Mendagri Minta Camat di Pekanbaru Kebut Vaksin Booster & Anak
Respons Kemenkes soal Viral Suntikan Kosong Vaksinasi Anak di Medan
Kasus Dugaan Suntikan Vaksin Kosong di Medan, Menkes sudah Tahu Pelakunya
Siswa SD di Makassar Mulai Disuntik Vaksin, Target 132 Ribu Orang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini