Operasi Damai Cartenz, Misi di Tanah Papua

Rabu, 19 Januari 2022 15:23 Reporter : Lia Harahap, Syifa Hanifah
Operasi Damai Cartenz, Misi di Tanah Papua Tim gabungan tentara dan polisi mengejar kelompok bersenjata di Beoga Kabupaten Puncak, Papua. ©ANTARA/HO-Satgas Humas Ops Nemangkawi

Merdeka.com - Masa kerja Satgas Nemangkawi akan berakhir 25 Januari 2022 mendatang. Satgas ini sebelumnya bekerja menumpas kejahatan kelompok separatis teroris (KST) di bumi Cenderawasih, Papua.

Sebagai gantinya, dibentuklah tim baru melibatkan 1.925 personel gabungan dari TNI dan Polri. Lewat Operasi Damai Cartenz 2022, tim mulai bekerja 17 Januari 2022 hingga Desember 2022.

Operasi ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua. Bertindak sebagai kepala operasi damai ini adalah Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.

2 dari 3 halaman

Misi Operasi Damai Cartenz

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan misi Operasi Damai Cartenz. Yakni melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat Papua.

Dalam operasi juga dilakukan pembinaan yang disebut sebagai pendekatan pembinaan masyarakat (binmas) noken dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk memberikan imbauan agar menciptakan stabilitas kamtibmas.

"Namanya itu binmas noken atau pendekatan kepada masyarakat," ujar Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, dilansir dari situs berita Polri, tribratanews, Minggu (16/1).

Pada dasarnya, operasi Damai Cartenz juga akan menerapkan upaya penegakan hukum. Hanya saja, lebih diutamakan yang bersifat preventif.

Selain itu, nantinya Operasi Dama Cartenz ini juga akan memberikan sejumlah pelatihan terhadap masyarakat. Seperti pertanian, perikanan, serta pendidikan atau belajar mengajar.

3 dari 3 halaman

Mengedepankan Pendekatan Humanis

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menambahkan, selama Operasi Damai Cartenz 2022 diinstruksikan kepada jajarannya tak lagi melakukan penyerangan terlebih dahulu terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dia meminta polisi lebih banyak bertahan dan pendekatan humanis. Sebab ketika terjadi kontak tembak, tak jarang masyarakat sipil yang menjadi korban.

"Selama ini kita dalam kasus penembakan selalu aktif merespons. Dalam merespon ini selalu terjadi kontak tembak ini (lebih banyak) sisi negatif. Karena (KKB) memanfaatkan momen menjatuhkan pemerintah," kata Matihus kepada wartawan, Rabu (19/1).

Mathius berharap, ke depan semakin banyak anggota KST yang dapat diedukasi untuk menyerahkan diri. Sehingga, mereka dapat kembali ke lingkungan masyarakat secara normal. [lia]

Baca juga:
Operasi Damai Cartenz, Kapolda Papua Perintahkan Polisi Bertahan Hadapi KKB
Kronologi Kontak Tembak Satgas Nemangkawi dan KST Ngalum Kupel yang Lukai 1 Polisi
KST Ngalum Kupel Tembaki Pos Belukar Kiwirok, Satu Anggota Satgas Nemangkawi Terluka
Satgas Nemangkawi Gunakan Pendekatan Kesejahteraan Tangani Keamanan Papua
Polri Ubah Operasi Nemangkawi Buru KST Papua Jadi Damai Cartenz 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini