Ojek pangkalan resah, Wali Kota Solo diminta tegas pada ojek online
Merdeka.com - Kendati Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo telah melarang ojek online beroperasi, namun hingga kini ratusan pengemudi masih berkeliaran di jalan-jalan Kota Bengawan. Mereka masih bebas dan leluasa mencari penumpang.
Kondisi tersebut membuat para pengemudi ojek pangkalan resah. Upaya mendatangi wali kota, Senin (31/10) kemarin, untuk mengadukan nasib mereka pun menemui kegagalan. Karena orang nomor satu di Solo tersebut tak berada di tempat.
Ketua Paguyuban Ojek Pangkalan Kota Solo, Sukardi mengatakan, keberadaan ojek online di wilayah Kota Bengawan kian meresahkan. Pasalnya, mereka juga mengambil penumpang di pangkalan, seperti di stasiun, terminal, kampus, pertokoan, kampung ataupun halte bus.
"Pendapatan kami turun drastis sampai 50 persen sejak ada GO-JEK. Kalau penumpang kita diserobot terus, bagaimana nasib kami ke depan?" ujar Sukardi saat ditemui wartawan, Selasa (1/11).
Dia dan pengemudi ojek pangkalan lainnya berharap Wali Kota tetap melarang keberadaan ojek online. Ia mengatakan, keberadaan ojek pangkalan sudah puluhan tahun berjalan beriringan sebagai penyambung transportasi dari angkutan umum. Beroperasinya ojek online, kata dia, sangat mengganggu keberlangsungan ojek pangkalan.
"Seharusnya ada kearifan dari Wali Kota untuk melarang ojek online. Menjadi tukang ojek sudah menjadi mata pencaharian utama bagi kami," tuturnya.
Sukardi menambahkan, jumlah pengemudi ojek pangkalan di Solo ada sebanyak 375 orang, yang tersebar di 30 pangkalan. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya