Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nenek Ngatiyem Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jati Belakang Rumah

Nenek Ngatiyem Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jati Belakang Rumah Ilustrasi gantung diri. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Ngatiyem, perempuan berusia 90 tahun warga Dusun Kudu, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, ditemukan gantung diri di pohon jati belakang rumahnya, Rabu (26/12). Ngatiyem diduga bunuh diri karena sakit yang tak kunjung sembuh.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto mengatakan, Ngatiyem ditemukan menggantung di pohon jati belakang rumah siang hari. Pohon jati yang dipakai menggantung memiliki tinggi 2,5 meter.

Sapto menuturkan sebelum bunuh diri Ngatiyem ditinggal anak lelakinya, Tupan (45) pergi ke Yogyakarta, menghadiri sebuah acara, Selasa (25/12). Usai ditinggal anaknya, Ngatiyem berada di rumah sendirian.

Kemudian, lanjut Sapto, anak lelaki Ngatiyem pulang ke rumah malam harinya. Saat itu, Ngatiyem sudah tak berada di rumah.

Sapto menjabarkan saat itu Tupan tak curiga atas ketidakhadiran Ngatiyem di rumah. Sebab, Ngatiyem kerap pergi dan menginap di rumah saudaranya yang ada di Wonosari.

Sapto menuturkan Tupan mulai curiga karena hingga Rabu (26/12) siang Ngatiyem tak kunjung pulang ke rumah. Kemudian Tupan pun mengecek keberadaan Ngatiyem di rumah saudara tetapi ternyata Ngatiyem tak berada di sana. Tupan pun kemudian mencari keberadaan Ngatiyem di sekitar lingkungan rumah.

Saat mencari, Tupan kemudian menemukan Ngatiyem sudah dalam keadaan tergantung di pohon jati. Tupan pun kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Saptosari. Petugas Polsek pun kemudian datang ke lokasi.

"Korban ditemukan sudah gantung diri di pohon jati dengan tali seperti sabuk kain warna putih. Posisi korban saat gantung diri tidak lazim, mengingat kaki korban menyentuh tanah. Mungkin karena ikatan tali (Untuk gantung diri) sudah agak lepas jadi kakinya napak tanah, apalagi tinggi pohonnya hanya 2,5 meter. Tidak ada bekas penganiayaan hanya hidung korban keluar darah," ujar Sapto saat dihubungi, Rabu (26/12).

Sapto menjabarkan jika dari proses penyelidikan diketahui Ngatiyem menderita sakit tua. Sakit tua ini diderita oleh Ngatiyem karena memang usianya yang sudah mencapai 90 tahun.

"Kami sudah tanya ke keluarga korban dan ternyata korban itu sakit tua. Jadi dugaan dia gantung diri karena sakitnya tidak sembuh-sembuh," tutup Sapto.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP