Nekat palak & todong warga di area Lanud, 3 ABG dicokok TNI AU
Merdeka.com - Lima ABG nekat melakukan pemalakan dan penodongan terhadap warga di area Pangkalan Udara (Lanud) Talang Betutu, Palembang. Mendapat laporan, beberapa anggota TNI Angkatan Udara (AU) turun ke lokasi dan berhasil menangkap tiga pelaku, Minggu (1/2). Sedangkan dua pelaku lain masih buron.
Ketiga pelaku adalah Indra Mirawan (22), warga Jalan Kuburan Kristen, Talang Jambe, Banyuasin, M Apriyanto (16), warga Jalan Inspektur Marzuki, Lorong Irigasi Pakjo, Palembang, dan Jajak Raya (18), warga Jalan Margo, Sukarami, Palembang. Ketiga preman ABG ini masih diamankan di Satpom Lanud Palembang sebelum diserahkan ke kantor polisi.
Danlanud Palembang, Letkol Pnb Sapuan melalui Kapten Pom AU Palembang, Andi Muhtar mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari warga yang menjadi korban pemalakan dan penodongan di area Lanud.
Kemudian, beberapa prajurit mendatangi lokasi dan berhasil menangkap satu pelaku bernama M Apriyanto yang sedang beraksi. Dari keterangan Apriyanto, dua pelaku lain berhasil diamankan di rumahnya masing-masing.
"Ada lima pelaku yang sering melakukan pemalakan dan menodong warga yang melintas di area Lanud. Sudah banyak korbannya. Tiga pelaku sudah kita tangkap dan dua lagi masih buron," ungkap Andi, Senin (2/2).
Untuk proses hukum, kata dia, ketiga pelaku akan diserahkan ke Mapolsek Sukarami Palembang. "Kami hanya menangkap saja, tinggal polisi yang memprosesnya," ujarnya.
Pelaku Indra mengakui sudah kerap beraksi di lokasi itu. Dari ingatannya, sejak pertengahan Januari 2015, dia bersama pelaku lain sudah delapan kali memalak dan menodong warga. Agar korbannya menurut, mereka membawa senjata tajam jenis pisau dan parang.
"Kami tidak pernah merampas motor, cuma uang dan handphone," ujar Indra.
Modus yang mereka lakukan terbilang lumrah, pelaku menghentikan kendaraan korban yang mayoritas pengendara motor. Kemudian, pelaku meminta secara paksa barang-barang milik korban. Jika korban menolak dan melawan, mereka tidak segan melukainya.
"Lihat dulu suasananya, kalo lagi sepi baru beraksi. Selama ini berhasil terus, begitu barang didapat, kami langsung kabur, besoknya beraksi lagi," kata Indra.
Indra mengaku hasil kejahatannya itu, dibagi rata dengan rekannya. Selain untuk membeli rokok, uang dan barang-barang korban yang sudah dijual untuk membeli aibon.
"Mau ngisap aibon pak, sudah kebiasaan dari dulu. Teman-teman (pelaku lain) juga begitu," tukasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya