Naskah Calon Arang yang tak bisa dipentaskan sembarangan
Merdeka.com - Calon Arang, mungkin sebagian besar anak muda Indonesia tidak mengenal dirinya. Namun namanya mendunia. Dia tokoh legendaris yang muncul di zaman pemerintahan Raja Airlangga dari kerajaan Mataram, Dinasti Isyana pada 1006-1042 Masehi.
Banyak versi mengenai kisah Calon Arang. Versi banyak diyakini masyarakat dia seorang janda dari Desa Dirah (ada yang menyebut Girah), masuk di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, yang mempraktikkan ilmu hitam. Kesaktiannya sungguh luar biasa dan digunakannya untuk menebar teror bagi orang-orang yang tidak menyukainya.
Versi lain mengatakan Calon Arang seorang ratu Bali. Dialah ibu dari Raja Airlangga penguasa kerajaan Mataram lingkup Daha. Calon Arang menikah dengan Raja Udayana. Nama lain dari perempuan sakti ini yakni Mahendradata.
Namun cerita yang diamini masyarakat, Calon Arang seorang penebar teror. Menurut pengakuan Seno, warga Kediri pernah menetap di Bali, sebagian kecil penduduk Pulau Dewata itu hampir jarang menyebutkan namanya lantaran diyakini tabu. "Calon Arang sumber malapetaka. Kadang mereka yang mengucapkan namanya yakin bakal terkena musibah. Bahkan ada yang berdoa sebelum bilang Calon Arang," tutur Seno pada merdeka.com, Minggu (21/9).
Unsur magis dan misterius memang tak lepas dari sosok janda Dirah ini. Hal ini diceritakan dalam pelbagai naskah kuno salah satunya berada di Belanda yakni jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde diterbitkan pada 1926, halaman 110-180.
Tersohornya Calon Arang lantaran mengutuk warga desa yang tak mau melamar putrinya Ratna Manggali sebab ibunya mengerikan. Lalu untuk menghentikan kutukan itu Raja Airlangga meminta bantuan Mpu Bharada memiliki kesaktian ilmu putih yang tinggi.
Bharada mengirimkan muridnya Bahula untuk melamar Ratna Manggali sekaligus mencari tahu kelemahan Calon Arang. Ternyata diketahui Calon Arang memiliki kitab sakti dan selalu melakukan ritual pada Dewi Durga. Dia pun mampu dikalahkan setelah kitab saktinya dicuri oleh Bahula dan diberikan pada gurunya.
Konon naskah teater Calon Arang hingga kini tidak bisa dimainkan sembarangan kecuali melakukan ritual terlebih dahulu. Dilansir dari situs krisbheda.com (2011), aslinya setiap lakon janda Dirah ini dipentaskan selalu ada orang yang berperan sebagai mayat atau tumbal-tumbalan. Peran ini kesadarannya telah dimatikan dan dia bisa benar-benar tewas jika pertunjukan kurang sukses atau ritual tidak diterima.
Namun di zaman serba modern pementasan Calon Arang sudah berkurang daya magisnya. Apalagi banyak kelompok teater, terutama teater remaja membuat naskah parodi janda Dirah ini dan tentu saja jauh dari kesan seram. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya