Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mundur dari Mensos karena maju Pilgub Jatim, Khofifah janji PKH tetap jalan

Mundur dari Mensos karena maju Pilgub Jatim, Khofifah janji PKH tetap jalan Mensos Khofifah Indarpawansa. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski akan segera mundur sebagai Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa memastikan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi andalan Kemensos untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Indoensia akan terus jalan. Ketua Umum PP Muslimat NU itu telah memastikan akan maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2018, berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak (bupati Trenggalek).

Pasangan Khofifah-Emil yang diusung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura akan 'bertarung' di Pilgub Jawa Timur melawan pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung PDIP dan PKB.

"Saya mendengar, bahwa (ada isu) kalau nanti Bu Khofifah mundur dari Mensos, maka PKH tutup. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sama sekali tidak benar. Mungkin ada yang lagi iseng-iseng," kata Khofifah saat membuka acara Bimbingan Teknis Pendamping dan Operator PKH di Hotel Rich Palace Surabaya, Selasa (28/11).

Bahkan, kata Khofifah, mulai Januari 2018 mendatang, sudah tidak ada lagi subsidi rastra (beras sejahtera) bagi penerima manfaat PKH. Yang ada adalah bantuan sosial (bansos) alias bantuan pangan tanpa harus bayar harga tebus rastra.

"Kalau subsidi itu, penerima rastra masih harus bayar harga tebus rastra. Perkilo Rp 1.600. Nah, mulai tahun depan (2018) yang dulu 15,6 juta PMK itu, 10 jutanya akan terima bantuan pangan, yang 5,6 jutanya akan terima bansos rastra," kata Khofifah.

Bansos ini tetap harus diambil di e-Warong atau elektronik warung gotong royong. "Apakah itu e-Warongnya agen perbankan, apakah e-Warong RPK milik Bulok, dan apakah e-Warongnya Kube PKH. Nanti TKSK yang jadi asisten pendamping dan pendamping PKH akan menyampaikan ke penerima program," katanya.

Khofifah melanjutkan, dari 15,6 juta PMK se Indonesia, sekitar 1,5 jutanya adalah penduduk Jawa Timur. "1,5 juta ini akan terima PKH sekaligus bantuan pangan. Berarti ada 1,5 juta warga Jawa Timur yang akan terima beras dan telor," sambungnya.

Dia menjelaskan pemberian beras dan telor ini berdasarkan Pedoman Umum (Pedum) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang terbit per 3 November 2017. Jadi, katanya, empat item subsidi pangan (beras, telor, minyak goreng, dan gula) untuk warga miskin yang disalurkan melalui PKH oleh Kemensos, di 2018 nanti hanya berupa beras dan telor.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP