Modus Stiker Call Center Bank Palsu, Sandri dan Afif Gasak Uang Nasabah Rp 23 juta

Sabtu, 6 Juli 2019 23:03 Reporter : Saud Rosadi
Modus Stiker Call Center Bank Palsu, Sandri dan Afif Gasak Uang Nasabah Rp 23 juta Pembobol ATM Rp 23 Juta. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi membongkar sindikat pengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) jaringan Palembang. Dua pelaku ditangkap tadi pagi yakni Sandri (28) warga Bogor dan Afif (25) asal Ogan Komering Ulu.

Keduanya diduga menggasak uang nasabah warga Tenggarong, Kutai Kartanegara, Ninik Sudarmi senilai Rp 23 juta. "Keduanya kami tangkap di mesin ATM BNI kawasan Jalan Danau Semayang, di Tenggarong," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara, AKP Damus Asa, Sabtu (6/7).

Kasus itu terjadi Sabtu (2/2) pagi lalu. Korban berencana hendak ke rumah sakit dan singgah lebih dulu mengambil uang di mesin ATM BNI di kawasan SPBU Tenggarong Seberang.

"Begitu korban memasukkan kartu ATM dan PIN, tidak bisa bertransaksi. Menekan Cancel pun kartu ATM tidak mau keluar. Ada seseorang yang berada di bilik ATM Center menyarankan menghubungi Call Center yang tertempel di mesin ATM," ujar Damus.

Tanpa curiga, korban lantas menghubungi nomor Call Center. "Penerima telepon adalah perempuan mengatakan kalau data nasabah (korban) sudah aman dan rekening terblokir. Tapi, begitu korban ke rumah sakit ada notifikasi SMS banking bahwa ada penarikan uang di ATM yang tertelan tadi. Korban kemudian lapor ke kami dengan kerugian Rp 23 juta," ujar Damus.

Polisi bergerak menyelidiki. Hingga akhirnya pagi tadi polisi menerima kabar adanya temuan stiker Call Center palsu tertempel di beberapa mesin ATM di Tenggarong.

"Kita sisir ke sejumlah ATM, kita lihat ada 2 orang mencurigakan di ATM BNI di Jalan Danau Semayang," sebut Damus.

"Kita geledah kedua orang itu, yang diketahui bernama Sandri dan Afif. Kita temukan 54 lembar Call Center palsu, obeng dan pengganjal kartu mesin ATM," terang Damus.

Kedua pelaku tidak bisa mengelak lagi. Polisi kemudian membawa keduanya ke rumah kontrakannya, dan menemukan 14 kartu ATM berbagai bank, peralatan ganjal kartu ATM serta telepon selular.

"Mereka ini jaringan lintas provinsi dari Palembang. Modusnya, memasang stiker Call Center palsu di ATM dan mengganjal ATM dengan potongan plastik menggunakam perekat," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini