Mobil Ketua Panwaslu Rote Ndao dibakar orang tak dikenal

Jumat, 6 Juli 2018 13:00 Reporter : Ananias Petrus
Mobil Ketua Panwaslu Rote Ndao dibakar orang tak dikenal mobil dan rumah ketua panwaslu Rote Ndao. ©2018 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Sebuah mobil Avanza milik Ketua Panwaslu Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Tarsis Toumeluk, Jumat (6/7) dini hari hangus terbakar. Mobil itu dibakar usai pleno rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati.

Kejadian ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal. Mobil milik Tarsis dibakar di garasi rumahnya di Desa Hoiledo, Kecamatan Rote Tengah, usai pleno rekapitulasi suara di KPUD.

Menurut Tarsis, saat kejadian dirinya tidak berada di rumah karena sedang mengikuti pleno rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati Rote Ndao.

"Beberapa hari terakhir ini saya tidur di kantor karena banyak pekerjaan dan saya harus menyelesaikannya. Kemarin pas rekapitulasi di KPU, setelah rekapitulasi kami balik ke kantor," katanya.

Dia menambahkan, setelah tiba di kantor sudah ada progress bahwa malamnya akan melakukan rapat dengan gakumdu terkait pelanggaran-pelanggaran pemilu yang terjadi. Usai rapat dengan pihak ke polisian sekitar jam 12 malam, dirinya masih menetap di kantor lantaran harus menandatangani surat-surat yang akan dikeluarkan, terkait dengan klarifikasi penyelenggara pemilu.

"Karena sudah larut malam yakni pukul 2 dini hari, saya memilih untuk tidur di kantor dan memang perasaan saya tidak enak. Sekitar pukul 3 ada telepon bahwa mobil terbakar tapi saya berusaha untuk menahan diri, sambil menunggu kepolisian mengawal saya ke rumah jam 5 pagi," kata Tarsis.

Tarsis mengaku, sebelum kejadian sudah mendapatkan ancaman beberapa kali secara tidak langsung melalui orang yang dikenal. Bahkan saat demonstrasi, ada oknum yang berteriak jika bertemu dirinya di jalan akan langsung dibakar hidup-hidup.

"Saya dengar mereka saat demo itu teriak-teriak di jalan bahwa kalau ketemu saya akan dibakar di jalan. Ada juga yang datang intimidasi anak saya dengan berkata, ini mobil Ketua Panwas namun anak saya menjawab ini mobil polisi, lalu mereka bilang hati-hati ya. Kerugian ya mencapai ratusan juta rupiah lah," ungkapnya.

Yerni Dethan, tetangga korban yang langsung melihat kejadian mengaku, sekitar pukul 2 dini hari dirinya mendengar gonggongan anjing di sekitar tempat kejadian. Terdengar juga suara orang yang mengusir anjing tersebut, dan berselang beberapa menit dirinya sudah melihat kobaran api.

"Beta kan biasa jam 2 tuh kadang sadar dari tidur, pas sadar beta dengar ada anjing gonggong dan ada suara orang yang usir. Habis itu beta liat ada api jadi beta pikir ada yang keluar ko bakar kotoran, sonde lama api besar dan beta keluar ada rombongan konvoi motor yang lewat, jadi beta berteriak tahan dong ko kami masuk berusaha siram kasi mati api," kata Yerni.

Saat ini Polres Rote Ndao sudah memasang garis polisi dan memeriksa beberapa orang saksi guna mengungkap aksi di balik pembakaran mobil ketua Panwaslu tersebut.

Selain itu, hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Rumah ketua Panwaslu dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal, pihak kepolisian setempat pun sementara masih menyelidiki peristiwa itu. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini