Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miskin, jadi alasan generasi muda di Malut ogah jadi nelayan

Miskin, jadi alasan generasi muda di Malut ogah jadi nelayan Ilustrasi Nelayan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Generasi muda di Provinsi Maluku Utara (Malut) rupanya tidak tertarik menjadi nelayan seperti para orang tua dan leluhurnya dulu. Padahal provinsi yang 70 persen wilayahnya terdiri atas laut ini memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah.

"Mereka (generasi muda) tidak tertarik menjadi nelayan karena menganggap profesi sebagai nelayan tidak memberikan jaminan masa depan yang lebih baik," kata Direktur Lembaga Pesisir dan Laut (Elsil) Kie Raha Thamrin Ali Ibrahim di Ternate, seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/10).

Kalau pun ada generasi muda di Malut yang tertarik menggeluti profesi yang terkait dengan perikanan, hanyalah pada bidang jasa perikanan, seperti pedagang ikan atau pengusaha pengumpul ikan untuk memenuhi permintaan antarpulau ikan dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Ia mengatakan, ketidaktertarikan generasi muda di Malut untuk menjadi nelayan cukup beralasan, karena kehidupan nelayan di Malut selama ini umumnya masuk dalam kategori miskin walaupun mereka sudah menggeluti pekerjaan sebagai nelayan puluhan tahun.

Bahkan hampir semua nelayan di Malut selalu berpesan kepada anak-anaknya agar setelah menyelesaikan sekolahnya nanti, terutama di perguruan tinggi kalau mencari pekerjaan jangan sebagai nelayan, agar kehidupan mereka tidak miskin seperti orang tuanya.

Kalau kondisi ini dibiarkan maka suatu saat nanti tidak ada lagi warga di Malut yang menjadi nelayan dan yang akan memanfaatkan potensi kekayaan perikanan Malut terpaksa nelayan dari daerah lain. Sekarang ini pun sudah banyak nelayan dari luar Malut yang menangkap ikan di perairan Malut.

Oleh karena itu, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya di Malut harus menyikapi kondisi tersebut dengan cara melakukan berbagai terobosan yang memungkinkan profesi sebagai nelayan bisa memberikan jaminan kehidupan yang lebih baik.

Menurut dia terobosan itu, di antaranya dengan cara memberikan bantuan kepada generasi muda berupa kapal penangkap ikan dan peralatannya sehingga mereka tertarik menjadi nelayan.

Selain itu, Thamrin Ali Ibrahim, pemerintah daerah juga harus memberikan proteksi kepada nelayan, misalnya berupa jaminan harga ikan yang layak serta berbagai kemudahan lainnya yang memungkinkan setiap nelayan bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari penjualan tangkapannya (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP