Meski Tak Dilewati Jalan Tol, Jember Bisa Jadi Pusat Ekonomi di Tapal Kuda

Kamis, 10 Oktober 2019 02:04 Reporter : Muhammad Permana
Meski Tak Dilewati Jalan Tol, Jember Bisa Jadi Pusat Ekonomi di Tapal Kuda Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. ©2019 Merdeka.com/ faizin adi

Merdeka.com - Meski tidak dilewati jalan tol, Pemprov Jawa Timur menyebut Jember bisa tetap memperoleh dampak positif dari rencana pembangunan beberapa ruas jalan tol di Jawa Timur, khususnya di daerah Tapal Kuda. Hal ini terkait dengan rencana pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Lumajang yang diusulkan oleh Pemkab Lumajang ke Bappenas. Proyek ini juga telah mendapat dukungan Pemprov Jawa Timur.

"Jember ini kan punya PTN Universitas Jember (Unej) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka). Jadi baseline sudah cukup untuk mengungkit daerah di sekitarnya di Tapal Kuda," papar Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak usai mengisi seminar di FKIP Universitas Jember pada Rabu (09/10) ini.

Dengan keberadaan kampus dan lembaga riset terkemuka itu, Emil menilai, Jember memiliki modal yang lebih dari cukup untuk menjadi sentral ekonomi di kawasan Tapal Kuda -sebutan untuk kawasan di Jawa Timur bagian tenggara. Dalam skema pengembangan kawasan Tapal Kuda, Pemprov merencanakan Jember sebagai kota pengembangan SDM dan pusat keuangan. Potensi di Jember dalam bidang pendidikan, diharapkan bisa mendongkrak pembangunan bagi kabupaten/kota di sekitarnya.

"Kita merencanakan untuk Jember itu akan menjadi knowledge centre, bukan logistic centre. Kita ingin Jember menjadi pusat pelatihan sekaligus pusat keuangan, sehingga nanti pelatihan SDM di Lumajang, bisa diarahkan ke Jember," papar pria 35 tahun ini.

Adapun Lumajang yang berbatasan langsung dengan Jember, salah satunya akan didongkrak sektor pariwisatanya, melalui rencana pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Lumajang. Rencana ini akan sinergis dengan proyek Tol Trans Jawa, yang salah satu seksinya, yakni Probolinggo-Banyuwangi akan bercabang di Lumajang.

"(Rencana pembangunan ) Tol Probolinggo - Lumajang, terus terang, tujuannya untuk membesarkan sektor pariwisata di (Taman Nasional) Bromo Tengger Semeru. Harapannya membesarkan Bromo itu adalah dengan membuka jalur baru," papar Emil.

Tidak hanya kekayaan alam, dari kawasan tersebut, juga terdapat potensi wisata sejarah dan budaya. "Yang potensi itu di Senduro, nanti dia bisa lewat Ranupane, B29. Selain itu juga pure tertua di Indonesia yang terdapat di Lumajang. Jadi potensi kekayaan budayanya ada," tutur pria yang pernah berkarir di Bank Dunia ini.

Selama beberapa tahun terakhir, kondisi jalan antar kota yang menghubungkan Lumajang dengan daerah lain, kerap terkendala oleh jalan yang kian macet. "Sekarang kan (jalan antar kota di Lumajang) macetnya makin luar biasa. Mulai dari truk dan segala macam. Kita upayakan orang bisa tertarik datang ke Lumajang, antara lain lewat Probolinggo, itu aksesnya kita permudah," papar mantan Bupati Trenggalek ini.

Selain itu, Pemprov Jatim juga sedang mengkaji, kemungkinan dibangunnya jalur tol penghubung dari rute Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Sesuai rencana, Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ini akan melewati Situbondo. Dengan demikian, Emil menilai dampak ekonomis Jalan Tol akan lebih dirasakan Jember, meski tidak dilewati. "Bondowoso ke pusat kota Jember kan jaraknya hanya 40 kilometer. Nah, kita lagi mengupayakan, agar (jalan tol yang ada di) Situbondo bisa disodet ke Bondowoso," ujar pungkas suami artis Arumi Bachsin ini.

Sebelumnya, pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, sempat memicu kontroversi di Jember pada Desember 2018. Pasalnya, bupati Jember, dr Faida sempat mengklaim bahwa usulnya agar Tol Trans Jawa dibelokkan dengan melewati Jember, telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun belakangan, klaim itu justru dibantah oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kemen PUPR serta Menteri BUMN Rini Soemarno. Adapun Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang akan menyambungkan Banyuwangi dengan Jakarta (via Tol Trans Jawa) ditargetkan selesai seluruhnya pada 2020, atau paling lambat molor selesai pada 2021. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini