Meski harga naik, sapi kurban di Makassar tetap laris manis

Kamis, 8 September 2016 14:41 Reporter : Mappesona
Meski harga naik, sapi kurban di Makassar tetap laris manis Sapi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga sapi kurban di Makassar melonjak. Lonjakan harganya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perekornya. Hal ini dipicu oleh naiknya harga perawatan dan harga pakan ternak.

Daeng La'la, (39), seorang peternak sekaligus pedagang sapi yang ditemui di lahan penggemukan sapi miliknya di Kampung Kassi-kassi, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis, (8/9) mengatakan, setiap tahun memang selalu ada kenaikan harga apa lagi di musim kurban.

"Kenaikan harganya perekor capai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Seperti di tempat saya ini, yang tahun lalu harganya masih dapat harga terendah Rp 6 juta, kini naik Rp 6,5 juta hingga Rp 7 juta," tutur Daeng La'la.

Di tempatnya sendiri, kata Daeng La'la, harga tertinggi sapinya mencapai Rp 50 juta khusus sapi jenis limousine. Satu ekor sapi limousine miliknya sudah dibeli Kapolsek Panakkukang di Makassar namun masih dititipkan di lokasi penggemukan menunggu usai lebaran Idul Adha. Jenis-jenis sapi lain yang dijualnya selain sapi lokal juga ada sapi Bali dan sapi Brahma.

Meski ada kenaikan harga, Daeng La'la tetap optimis sapi-sapinya tetap terjual habis. Di musim kurban tahun lalu laku 500 ekor. Sementara tahun ini dia siapkan 700 ekor sapi dan di H-4 sudah terjual 500 ekor. Rata-rata sapinya berasal dari Kabupaten Bone, Bantaeng, Gowa dan Bulukumba.

Hasnawati Daeng Ngintang, (31), juga pedagang sapi kurban yang ditemui di Jalan Hertasning Baru juga mengaku harga sapi memang naik. Dia ikut angkat harga-harga sapi yang dijual karena belinya dari peternak juga sudah mahal.

Tapi kata Hasnawati Daeng Ngintang, meski harga naik, sapi juga tetap laris. Buktinya dari 200 ekor sapi yang dijajakan, sudah lebih 100 ekor yang terjual dalam 15 hari.

Adapun Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di sela-sela pemantauannya di lokasi penjualan sapi-sapi kurban pagi tadi mengatakan, kenaikan harga ini tidak boleh dibiarkan.

"Mungkin memang daya beli masyarakat Sulsel cukup bagus karena meski mahal, sapi-sapi juga tetap laku. Hanya saja tetap harus ada penyesuaian harga karena bisa saja ada warga lain yang tidak mampu membeli karena adanya kenaikan harga. Ini masih ada waktu dua hari sebelum lebaran, kita himbau kepada pedagang hewan kurban untuk lakukan penyesuaian harga. Jangan sampai terlalu mahal," kata Syahrul Yasin Limpo.

[hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Hewan Kurban
  2. Idul Adha 2016
  3. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini