Punden Selomanen adalah salah satu situs purbakala yang berada di Dukuh Selomanen, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Tiga lingga patok era Kerajaan Tumapel (Singhasari) yang berada di dalam cungkup punden Selomanen telah di data oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim) dengan no registrasi 343/KDR/1996, 344/KDR/1996, dan 345/KDR/1996.Namun beberapa artefak yang berada di luar area punden luput dari pendataan, apalagi perawatan sebagaimana temuan yang berada di dalam punden. Seperti halnya sebuah lingga yang nasibnya terbengkalai di dasar sungai desa dekat dengan bendungan desa setempat.Begitu pula sebuah tugu batu yang tergeletak begitu saja di tebing sungai desa yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi lingga. Dari penelusuran merdeka.com, watu tugu yang ditemukan di sungai memiliki panjang 83 cm, lebar pangkal 24 cm, lebar ujung 19 cm, tebal pangkal 24 cm dan tebal ujung 19 cm.Sedangkan untuk ukuran lingga, lebar Brahmabhaga 25 cm, tinggi total 19 cm, tinggi siwabaga 80 cm dan lingkar siwabhaga 80 cm. Berhubung musim penghujan akan segera tiba, serta mempertimbangkan faktor keamanan baik alam maupun manusia. Maka Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri bekerja sama dengan Wong Ningratan Community dan perangkat Desa Purwokerto memutuskan pada Kamis, 09 Oktober 2014 melakukan pengamanan dan penyelamatan potensi Benda Cagar Budaya tersebut."Batu tugu ini berbahan batu andesit hitam. Dibentuk balok dengan panjang 83 cm, lebar dan ketebalan pangkal 24 cm, dan lebar ujung tugu 19 cm. Posisi awal artefak ini berada di tebing sungai Desa Purwokerto. Dahulu batu ini beserta artefak-artefak lainnya dibuang ke sungai saat penggalian tanah sawah di selatan sungai," kata Nofi Bahrul Munib, S Hum, arkeolog dari PASAK pada merdeka.com.
Menyelamatkan lingga patok, jejak Raja Tumapel di Bumi Panjalu
Awalnya lingga tersebut nasibnya terbengkalai di dasar sungai desa dekat dengan bendungan desa setempat.
Advertisement
Rekomendasi