Menyayangkan Sikap Pansel Tak Hadiri Undangan KPK Periksa Rekam Jejak Capim

Minggu, 1 September 2019 19:00 Reporter : Sania Mashabi
Menyayangkan Sikap Pansel Tak Hadiri Undangan KPK Periksa Rekam Jejak Capim 20 Capim KPK Lulus Tes Profile Assessment. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyoroti tidak bersedianya panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) memenuhi undangan KPK untuk memeriksa rekam jejak capim. Menurutnya, sikap semacam itu menunjukan bagaimana komitmen pansel menghadirkan calon pimpinan berkualitas.

"Ya saya kira itu kelihatan betul soal komitmen. Karena alasan waktu kan itu teknis sekali. Apalagi pembicaraan itu kan bisa jadi tidak lama juga," kata Lucius di Kawasan Matraman, Jakarta, Minggu (1/9).

Lucius mengatakan seharusnya pansel bisa memenuhi undangan tersebut. Sehingga menghilangkan stigma bahwa pansel hanya patuh pada keinginan pemerintah.

"Saya kira mestinya diladeni oleh pansel. Jadi mereka ini pekerja presiden akhirnya mereka tunduk pada apa yang diinginkan oleh pemerintah terhadap proses rekrutmen komisioner KPK ini," ungkapnya.

Dia juga menilai selama ini komitmen pansel dalam menghasilkan calon berkualitas tidak terlihat. Menurut Lucius, itu terlihat dari beberapa orang yang diragukan integritasnya justru diloloskan.

"Iya saya kira itu. Diskusi kita hari ini justru untuk pertanyakan komitmen pansel itu. Itu yang tidak kelihatan ketika ada sejumlah nama yang diragukan tetapi diloloskan," ucapnya.

"Ini pansel yang berbahaya mestinya tidak perlu ada atau hadir untuk kemudian jadi orang yang bertanggung jawab melahirkan komisioner KPK yang baik dan integritas," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Yenti Ganarsih memastikan tak akan menghadiri undangan KPK terkait rekam jejak 20 peserta yang lolos uji publik.

"Pansel tidak bisa datang. Karena Pansel punya agenda yang telah diatur, dan waktunya terjadwal dan waktunya mepet," ujar Yenti di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/8).

KPK sendiri mengundang Pansel untuk melihat langsung bukti dan data rekam jejak 20 capim yang lolos uji publik. Diketahui, data dan bukti rekam jejak para capim KPK sempat diminta oleh Pansel langsung ke lembaga antirasuah.

Yenti menyebut telah menerima surat undangan dari KPK. Menurutnya, dalam undangan itu tertulis agar Pansel Capim KPK mengonfirmasi apabila bisa hadir ataupun berhalangan hadir.

"Kami sedang fokus dan konsentrasi, bagaimana mungkin kami datang. KPK juga tidak memaksa, hanya mengundang," kata dia.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Siapa Layak Pimpin KPK? Klik disini [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini