Mensos luncurkan e-Waroeng di Bekasi, harga lebih murah dari pasaran
Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya memaksimalkan kehadiran elektronik warung gotong royong KUBE PKH. Di penghujung tahun 2016, Kota Bekasi pun terpilih menjadi kota terakhir peluncuran e-Warong KUBE PKH.
Atas pemilihan itu, Kota Bekasi menjadi kota ke-42 dan sekaligus e-Warong ke 156 yang telah diluncurkan Kemensos di seluruh Indonesia. Tercatat Kota Bekasi memiliki 18.471 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) dan 63.230 keluarga penerima manfaat program subsidi beras sejahtera atau lebih dikenal Rastra.
Di hadapan warga Kota Bekasi, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan jika para keluarga penerima manfaat program PKH dan Rastra secara bertahap akan mendapatkan pelayanan penyaluran bantuan sosial secara non tunai salah satunya di e-warong KUBE PKH.
Di mana e-warong KUBE PKH dalam pelayanannya menerapkan transaksi pembayaran non tunai yang arah kedepannya menjadi Lembaga Keuangan Digital (LKD).
"E-warong KUBE PKH ini akan menjadi agen pembayaran keuangan yang sekaligus perpanjangan tangan dari perbankan serta penyedia bahan pangan yang bekerja sama dengan bulog bagi penerima manfaat program bantuan pangan, sehingga penerima manfaat tidak lagi menjadi penonton dalam bantuan sosial, tetapi berperan aktif dalam pengelolaan bantuan sosial itu sendiri," kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Jumat (30/12).
Selain itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa pada tahap awal kemunculan e-warong biasanya akan terjadi kecemburuan dengan warung-warung yang ada di sekitarnya. Karena harga di e-warong lebih murah dari warung lainnya.
"Misal 1 kg beras di pasaran Kota Bekasi harganya 10 ribu, maka di e-warong nanti harganya lebih murah yaitu Rp 8-9 ribu, gula 1 kg di pasaran harganya Rp 14 ribu, di e-warong hanya 12 ribu per-kilogram," ujar dia.
Sehingga, sudah sepatutnya penerima manfaat dan pengelola e-warong tidak perlu khawatir, karena ini adalah upaya pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu dengan memberikan keringanan harga.
"Kalo kita tidak dapat menambahkan pendapatan masyarakat kurang mampu, setidaknya kita dapat mengurangi pengeluaran masyarakat dengan keringanan biaya berbelanja bahan pangan di e-warong." ucapnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi Akhmad Syaikhu mengapresiasi keputusan Kemensos yang telah mempercayakan Kota Bekasi sebagai wilayah yang menerima program e-warong.
"Merupakan kehormatan bagi kami telah diberi kepercayaan untuk mensukseskan program e-Warong dari Kementerian Sosial," ujar wakil wali kota.
Diakui dia, Kota Bekasi sejatinya telah mengusulkan 19 E-Warong KUBE PKH ke Kementerian Sosial. Namun di tahun 2016 ini, sementara Kementerian Sosial baru dapat merealisasikan 1 e-Warong yang bertempat di kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
"Saya berkeyakinan bahwa dengan adanya peluncuran E-Warong KUBE PKH ini akan lebih cepat untuk mewujudkan Masyarakat yang sejahtera dan semoga di tahun 2017 e-warong Kota Bekasi dapat bertambah menjadi 19 " Ungkap Akhmad.
Selain dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Walikota Bekasi Akhmad Syaikhu, peluncuran e-warong KUBE PKH kota Bekasi turut dihadiri oleh Dirjen Perlindungan & Jaminan Sosial Hary Hikmat, PLH Dirjen Penanganan Fakir Miskin M. Royani, Kepala Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat Arifin, Direktur Pengembangan Bisni Bulog Imam Subowo dan Direktur IT BNI Dadang Setiabudi. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya