Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf

Rabu, 27 November 2019 15:17 Reporter : Lia Harahap
Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, meminta Pemerintah Filipina membantu secara intensif dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Hal itu disampaikan usai Seminar Propartif dan Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tahun 2019 di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

"Kemarin saya berkesempatan pada saat KTT RoK (Republik of Korea)-ASEAN, saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina," katanya.

"Kita memohon meminta bantuan otoritas Filipina untuk dapat mengintensifkan upaya membebaskan tiga WNI dengan selamat dan ini direspons dengan baik oleh mereka," sambung Retno. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (27/11).

Permasalahan itu, katanya, juga sempat disinggung Presiden RI Joko Widodo saat melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

"Intinya, pesan yang disampaikan Presiden dan saya adalah sama," kata Retno.

1 dari 1 halaman

Koordinasi dengan Otoriitas Malaysia

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina untuk upaya pembebasan tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, menanggapi rekaman video yang diunggah di media sosial akhir pekan lalu, yang berisi permintaan uang tebusan.

Dalam video berdurasi 43 detik tersebut, ketiga WNI yakni Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27) meminta pemerintah membantu pembebasan mereka.

"Kami bekerja di Malaysia. Kami ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Kami harap bos kami bantu kami untuk bebaskan kami," kata Samiun menggunakan bahasa Indonesia dalam video tersebut.

Ia juga menyebut bahwa kelompok Abu Sayyaf meminta 30 juta peso atau sekitar Rp8 miliar sebagai uang tebusan.

Media Malaysia, The Star, melaporkan bahwa kelompok Abu Sayyaf menangkap Maharudin, Farhan, dan Samiun ketika ketiganya tengah melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah.

Sekitar pukul 23.58 waktu setempat, dua kapal kecil merapat dari bagian buritan dan tujuh orang bersenjata menaiki kapal tersebut.

Perairan itu memang dikenal rawan pembajakan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata dari selatan Filipina seperti Abu Sayyaf. [lia]

Baca juga:
Baku Tembak 10 Menit, Tentara Filipina Bebaskan Dua Tawanan Abu Sayyaf di Sulu
Kerap Culik WNI, Sekuat Apa Kelompok Abu Sayyaf dan Dari Mana Logistik Mereka?
Video 3 Nelayan WNI Ditawan Abu Sayyaf Minta Tolong Presiden Jokowi Bebaskan Mereka
Abu Sayyaf Minta Uang Tebusan untuk 3 Nelayan WNI yang Diculik
Militer Filipina Bantah Laporan Abu Sayyaf Minta Tebusan bagi 3 WNI Diculik
Kemlu Imbau Nelayan Tidak Melaut di Sabah, Ada Potensi Abu Sayyaf Beraksi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini