Menko Wiranto soal Aksi Bela Tauhid 2 November: Rasanya kurang relevan

Kamis, 1 November 2018 13:38 Reporter : Merdeka
Menko Wiranto soal Aksi Bela Tauhid 2 November: Rasanya kurang relevan Wiranto. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto menyikapi Aksi Bela Tauhid rencananya akan kembali digelar di Jakarta pada Jumat 2 November 2018. Menurut dia, aksi tersebut boleh saja, asal dilakukan sesuai aturan.

Hal ini disampaikan usai melakukan Rapat Koordinasi bersama Wakapolri Komjen pol. Ari Dono, Menteri Agama Lukman Hakim, dan beberapa jajaran Kementerian dan Lembaga lainnya.

"Demonstrasi itu sah-sah saja, asal dilaksanakan dengan tertib, dengan jumlah yang memadai, tidak menganggu kebebasan masyarakat lain, tidak menganggu lalu lintas, tidak membuat orang jadi ketakutan dan menganggu kegiatan ekonomi masyarakat yang sedang berjalan. Karena ada aturannya," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (1/10/2018).

Namun, dia menilai, aksi tersebut akan menghabiskan energi karena sudah tak relevan.

"Juga dalam konteks ini, rasanya kurang relevan. Karena para tokoh agama, pimpinan ormas Islam, dan para ulama dalam berbagai forum telah mengajak untuk menyelesaikannya masalah ini dengan tetap mengedepankan musyawarah, mengedepankan semangat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah," jelas Wiranto.

Dia menuturkan, kondisi sekarang bangsa sedang berduka. Baik karena usai dilanda bencana musibah di Lombok dan Sulawesi Tengah, juga jatuhnya Pesawat Komersil Lion Air.

"Dan banyak statemen para ulama, tokoh-tokoh pimpinan ormas Islam, itu telah sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menyelesaikan kasus itu. Dalam hal ini, aparat kepolisian dengan sungguh-sungguh telah melakukan proses hukum dengan menetapkan beberapa tersangka yang berkaitan dengan kasus tersebut dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan," tutur Wiranto.

Mantan Pangab yakin kepolisian juga akan membawa kasus ini dengan transparan, sebagaimana tuntutan dari beberapa pihak.

"Para pelaku pembakaran telah meminta maaf atas perbuatannya dan induk organisasinya yaitu GP Anshor telah meminta maaf atas kegaduhan yang timbul dari peristiwa itu. Dan bahkan telah memberikan sanksi kepada pelaku serta menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum," tukasnya.

Sebelumnya, kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti ribuan massa. Dimana diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Ketua PA 212 Slamet Ma'arif membenarkan rencana aksi tersebut. Pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepolisian terkait rencana penyampaian pendapat di muka umum itu. "Sudah. (Estimasi massa) kurang lebih 10 ribu," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini