Massa aksi 2411 minta Kapolri proses hukum Viktor Laiskodat

Jumat, 24 November 2017 16:58 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Massa aksi 2411 minta Kapolri proses hukum Viktor Laiskodat Massa aksi 2411 di Bareskrim Gedung KKP. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Massa yang tergabung dalam aksi 2411 di Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta Pusat, membacakan pernyataan meminta Polri menindaklanjuti proses hukum terhadap politisi NasDem Viktor Laiskodat. Mereka meminta penegak hukum segera memproses yang bersangkutan.

Dalam pernyataannya, Koordinator aksi 2411 mengatakan, Viktor beberapa waktu lalu berbicara mengenai negara khilafah dan ancaman untuk membunuh semua pihak yang menyuarakan khilafah. Massa aksi menganggap hal itu merupakan bentuk penodaan terhadap salah satu ajaran agama Islam yang dipraktikkan Khulafur Rasyidin.

Kemudian, kampanye hitam dan negatif yang dilakukan Viktor Laiskodat mempertontonkan kejahilan Viktor mengenai khilafah yang dipersepsikan memaksa orang kafir untuk salat.

"Ini jelas penyesatan informasi kepada masyarakat awam yang sengaja dilakukan oleh orang seperti Viktor, tidak ada satupun ajaran Islam yang mengajarkan orang kafir untuk salat, sebab dalam Islam sudah jelas 'La kum dinukum waliyadiin," jelas Koordinator aksi saat berorasi di Bareskrim Polri Kementerian Kelautan, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).

Sebelum bubar, mereka menuntut beberapa hal untuk ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib. Tuntutan tersebut kata koordinator aksi, adalah meminta Kapolri untuk memerintahkan kepada Kepala badan Reserse Kriminal untuk memproses perkara tersebut hingga dapat dilanjutkan ke proses persidangan dan menetapkan Viktor B Laiskodat sebagai tersangka.

Kemudian menolak segala bentuk intervensi dari pihak partai politik yang melindungi pelaku kejahatan tersebut. Lalu tindakan kriminal berupa ujaran kebencian serta hasutan untuk melakukan tindakan pembunuhan tidak dapat dikategorikan sebagian pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR yang memiliki imunitas.

Mereka menganggap pernyataan Viktor Laiskodat yang mengatakan 'kita bunuh mereka sebelum mereka membunuh kita' adalah hasutan untuk melakukan tindakan kriminal.

"Sebab hasutan untuk melakukan kejahatan kemanusiaan adalah jelas-jelas merupakan the most serious crime yang harus dihukum penjara," tegasnya.

Para peserta aksi itu bubar sejak pukul 15.00 WIB. Mereka pun menutup orasi tersebut dengan membaca surat Al-Fatihah dan mendoakan pemerintah serta penegak hukum supaya menjunjung tinggi keadilan dalam menegakkan hukum.

"Berilah kesadaran kepada pemerintah kami ya Allah, berilah kesadaran kepada Kapolri dan polisi supaya menegakkan keadilan untuk menangkap Viktor Laiskodat," tutup koordinator aksi. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini