Ma'ruf Amin: Perubahan Iklim Tidak Terlepas dari Ulah Manusia Lalai

Jumat, 29 Juli 2022 16:42 Reporter : Supriatin
Ma'ruf Amin: Perubahan Iklim Tidak Terlepas dari Ulah Manusia Lalai Cawapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti fenomena perubahan iklim. Dia mengatakan, perubahan iklim seperti terjadinya pemanasan global tidak lepas dari ulah manusia yang lalai dalam berinteraksi dengan alam.

"Fenomena perubahan iklim seperti terjadinya pemanasan global tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri, yang lalai dalam berinteraksi dengan alam atau lingkungan sekitar," kata Ma'ruf dilansir dari Antara, Jumat (29/7).

Ma'ruf mengatakan isu lingkungan hidup dan perubahan iklim menjadi isu krusial, baik tingkat lokal, nasional, maupun global. Sehingga semua pihak dituntut berpartisipasi dalam upaya mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Dia menyampaikan, kerusakan lingkungan hampir terjadi di mana-mana. Dampaknya dirasakan mulai dari tingkat lokal bahkan sampai dengan tingkat global.

Selain itu, kerusakan lingkungan telah menjadi penyebab semakin bertambahnya kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

"Data BNPB 2021 menunjukkan bahwa 99,5 persen kejadian bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Mengatasi Perubahan Iklim

Ma'ruf menekankan pemerintah Indonesia sudah berkomitmen bersama negara-negara lain dalam upaya pengurangan emisi karbon, melalui Peta Jalan Nationally Determined Contribution (NDC) 2019 dan strategi jangka panjang Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim tahun 2050.

"Selain itu Indonesia sebagai Ketua G20 tahun 2022, telah mengangkat isu perubahan iklim dengan penekanan pada skala resiliensi iklim usaha, penurunan emisi karbon dan teknologi hijau," terang dia.

Dia berharap dengan adanya komitmen dan kolaborasi internasional maka upaya mengatasi perubahan iklim dapat berjalan secara lebih baik lagi. Meskipun demikian, Ma'ruf menyampaikan bahwa dalam mengatasi persoalan perubahan iklim, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.

"Diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih luas meliputi akademisi, dunia usaha, media massa, serta masyarakat khususnya umat Islam untuk bekerja secara kolaboratif sehingga fenomena perubahan iklim ini dapat diantisipasi dengan baik," jelas Ma'ruf. [tin]

Baca juga:
Pemerintah Dorong Pemanfaatan Hutan Tekan Emisi Karbon
Pembangunan Ibu Kota Baru Terapkan Prinsip Ekonomi Sirkular, Begini Penjelasannya
Presidensi G20 Rancang Lembaga Khusus Dukung Transisi Energi
Aktivis Gelar Pawai Suarakan Krisis Iklim
Mengenal Cuaca Ekstrem dan Kaitannya dengan Perubahan Iklim
Perubahan Iklim Disebabkan Oleh Beberapa Faktor, Ketahui Dampaknya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini