Mario Dandy Belum Tahu Ayahnya Dipecat Tidak Hormat oleh Sri Mulyani
Merdeka.com - Tersangka Penganiayaan Mario Dandy Satriyo dikabarkan belum mengetahui ayahnya, Mantan Pejabat Pajak Eselon III, Rafael Alun Trisambodo dipecat tidak hormat dari Ditjen Pajak. Selain itu, Rafael juga tengah menghadapi penyelidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian dikatakan Pengacara Mario Dandy, Dolfie Rompas.
"Mungkin kurang paham ya soalnya kan di dalam tidak ada alat komunikasi," kata Dolfie saat dikonfirmasi awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/3).
Sayangnya, Dolfie enggan membahas persoalan Mario soal ayahnya yang kini tengah menghadapi berbagai persoalan hukum.
Sebab, ia ingin fokus untuk mendampingi proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.
"Jadi sampai hari ini kita masih konsen, jadi gini kita konsen sebagai kuasa untuk mendampingi beliau. Namun ada satu hal yang memang paling penting lagi, kita fokus dulu lah pada kesembuhan korban (David)," kata dia.
"Jadi kita harus berdoa terus supaya Adinda David itu bisa segera pulih. Itu yang terpenting bagi kami. Kalau masalah hukumnya kan, Mario sudah mengakui dia bersalah, sudah menyatakan juga menyesal. Bahkan meminta kami untuk menyampaikan permohonan maaf," tambah dia.
Kembali, Dolfie juga tak menjawab ketika disinggung apakah tim penasihat hukum menyampaikan kabar terkait Rafael Alun yang kini telah menghadapi berbagai persoalan buntut kejanggalan hartanya.
"Saya kurang tahu, karena beliau kan di dalam. Di dalam itu kan tidak ada alat komunikasi. Kami kan hanya fokus kepada proses pendampingan saja yang terkait dengan pemeriksaan daripada penyidik. Jadi kami tidak mengurus hal-hal itu," kata dia.
Dolfie juga kembali tak menjawab terkait kemungkinan Mario apakah ingin bertemu orang tuanya. Usai ditahan saat ini di rutan Polda Metro Jaya, sejak kasus dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Selatan.
"Itu mungkin langsung ke beliau (ditanyakan Mario). Karena perasaan beliau. Kalau saya sebagai anak, kalau orang tua saya, tentu saya selalu pengin selalu ketemu orang tua. Kalau beliau saya nggak tahu, karena beliau yang tahu," akuinya.
Sebab, dia mengklaim kalau pengacara hanya bertemu Mario ketika mendampingi proses pemeriksaan oleh penyidik. Sehingga, terkait apa yang dialami Mario selama di Rutan, ia kurang mengetahuinya.
"Kita kan ketemunya pada saat duduk di depan Penyidik, penyidik bertanya, dia menjawab habis itu selesai kita balik," ujarnya
KPK Buka Penyelidikan
Sebelumnya, KPK memutuskan membuka penyelidikan untuk mencari unsur pidana yang dilakukan mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo. Diketahui, harta Rafael Alun tak sesuai dengan profilnya, yakni Rp 56,1 miliar.
"Baru kemarin sore diputuskan pimpinan ini masuk lidik (penyelidikan). Jadi sudah enggak di pencegahan lagi," ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, Selasa (7/3/2023).
Dengan telah naiknya penyelidikan, KPK juga membentuk tim gabungan yang nantinya akan memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintai keterangan. Hal itu menyusul temuan PPATK atas puluhan rekening milik Rafael yang jika ditotal, hartanya mencapai miliaran Rupiah.
"Secara teknis, kegiatan berikutnya akan dilakukan oleh gabungan tim LHKPN dan tim penyelidik KPK berupa permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak terkait," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (7/3).
Adapun, Rafael Alun Trisambodo juga telah dipecat secara tidak hormat dari jabatannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Menyusul, telah selesainya proses pemeriksaan internal oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan II tersebut dianggap terbukti melakukan pelanggaran berat. Keputusan ini diungkapkan langsung oleh Inspektur Jenderal Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh.
"Audit investigasi RAT sudah kita selesaikan, terbukti ada pelanggaran disiplin berat. Sekarang dalam proses penjatuhan hukuman disiplin. Yang bersangkutan direkomendasikan dipecat," ujar Awan kepada Merdeka.com, Selasa (7/3).
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya