Mahasiswa Bali Minta Jokowi Pecat Menteri Bicara Isu Presiden 3 Periode

Senin, 11 April 2022 16:39 Reporter : Moh. Kadafi
Mahasiswa Bali Minta Jokowi Pecat Menteri Bicara Isu Presiden 3 Periode Demo mahasiswa di Denpasar, Senin (11/4). ©2022 Merdeka.com/Moh. Kadafi

Merdeka.com - Demonstrasi mahasiswa juga berlangsung di Bali, Senin (11/4) sore. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan sejumlah kebijakan yang memberatkan rakyat dan menghentikan polemik penundaan pemilu atau presiden tiga periode.

Peserta demonstrasi yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bali melakukan aksi damai dengan membawa satu kendaraan truk dan berangkat dari lapangan parkir timur Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Bali. Petugas gabungan dari Polri dan TNI hingga Pecalang ikut mengamankan aksi itu.

Massa kemudian menuju depan Monumen Bajra Sandi dan melakukan orasi. Setelah itu mahasiswa menuju kantor DPRD Bali dan sempat memaksa masuk tetapi dihalangi petugas. Mereka akhirnya melakukan orasi di depan gerbang DPRD Bali.

Dalam aksi itu, pengunjuk rasa membawa poster dengan bertuliskan, "Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok", "Segera Turunkan Harga BBM Pertamax", "Tuntaskan Kasus Kelangkaan Solar", dan "Pecat Menteri Bicara Isu Tunda Pemilu & Tiga Periode", serta kata-kata lainnya.

2 dari 3 halaman

Ancam Ada Aksi Lanjutan

Humas LMND I Gusti Ngurah Putra Ari Laksmana mengatakan, aksi yang diikuti 20 orang ini baru aksi awal. Bila tuntutan tersebut mereka tidak dikabulkan, akan ada aksi lanjutan.

"Hari ini, kita segini dulu mungkin esok hari bisa lebih. Ini awal dari aksi kita yang kemungkinan berlanjut dan akan bisa meluas. Sekarang 20 orang sebagai aksi awal kalau tuntutan kita tidak dipenuhi kita akan melakukan aksi lagi," ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa aksi tersebut menolak harga BBM Pertamax dan
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik yang menurutnya menyebabkan kenaikan harga bahan pokok di Bali.

"Tentang harga kebutuhan pokok BBM dan PPN dan saat ini, kita ketahui bersama masyarakat kita di Bali itu kan terdampak oleh Covid-19. Ekonomi kita minus maka daripada itu, dengan adanya kebijakan-kebijakan ini bisa memberatkan masyarakat kita. Apalagi saat ini banyak orang bilang pemulihan ekonomi ini salah satu yang memberatkan masyarakat kita," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Minta Buzer Diedukasi

Salah seorang peserta aksi, Made Wipra Prastistita, juga menerangkan soal isu penundaan pemilu dan wacana presiden tiga periode. Menurutnya, Presiden Jokowi tidak menginginkan tiga periode.

Karena itu, dia meminta kepada Presiden Jokowi agar para pendukungnya, terutama para buzer-buzer di media sosial, diberi edukasi bahwa secara konstitusi presiden hanya dua periode.

"Selama ini, kita lihat beberapa buzer-buzer di sosial media dan di lapangan juga banyak yang masih belum paham terhadap konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, mengenai jabatan presiden yang dua periode. Saya meminta kepada Presiden setidaknya memberikan edukasi pendidikan kepada pendukungnya dan dalam hal ini masih banyak pendukungnya kurang paham terhadap konstitusi," ujarnya.

Sementara, dari aksi tersebut mereka menekan 6 poin pernyataan sikap. Pertama, segera turunkan harga BBM Pertamax, kedua segera selesaikan kelangkaan solar, tiga segera kendalikan harga kebutuhan pokok, ke empat menolak penundaan pemilu 2024, kelima menolak kenaikan tarif tol dan PPN dan terakhir wujudkan Pasal 33 UUD 1945.

Baca juga:
Mahasiswa Bandung Raya Demo di Gedung Sate, Lontarkan Tuntutan pada Pemerintah
Dibubarkan Polisi dari DPR, Pendemo 11 April Padati Tol Dalam Kota
Kondisi Ade Armando Saat Ini Setelah Dikeroyok Demonstran 11 April
Serentak Demo 11 April dari Penjuru Daerah di Indonesia
Ade Armando Babak Belur Dikeroyok Massa saat Demo 11 April
Pantauan Udara Saat Massa Mahasiswa Geruduk Gedung DPR

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini