Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mabes Polri & Kompolnas beberkan fungsi utama senjata SAGL Brimob

Mabes Polri & Kompolnas beberkan fungsi utama senjata SAGL Brimob Polri konpers pembelian senjata. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 280 pelontar granat jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 mm dan 5.932 butir untuk Brimob sempat bermasalah dan tertahan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, jika senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 milik Brimob Polri, memiliki tiga jenis amunisi. Salah satunya itu untuk menembakkan gas air mata.

"Jadi amunisi SAGL ada tiga, asap, gas air mata dan tajam tadi. Tajam tadi hanya mengejutkan dengan butiran kecil dan tidak untuk mematikan tapi melumpuhkan, sekali lagi melumpuhkan itu perlu dipahami," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Setyo menyebut, jika amunisi tajam milik Brimob Polri, saat ini ditahan di Mabes TNI. Menurutnya, amunisi itu bisa saja dikeluarkan oleh pihak Mabes TNI, kalau sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang sudah diatur.

"Terkait dengan SAGL, Mabes TNI akan segera keluarkan rekomendasi dengan catatan, amunisi tajam yang dimaksud amunisi yang berisi butiran logam kecil-kecil itu, atau peluru tabur istilahnya dititip di Mabes TNI, dan apabila diperlukan, dapat digunakan dengan mekanisme yang sudah diatur," sebutnya.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, menjelaskan, amunisi tajam milik Brimob Polri, yang saat ini masih ditahan di Mabes TNI, itu hanya untuk mengejutkan saja.

"Bukan kejut itu fungsinya mengejutkan. Ini untuk mengejutkan ini kan beda. Jadi begini saya harus menjelaskan kembali, kalau ada orang di belakang tembok kemudian dia ditembak dengan granat itu dia akan terkejut dan keluar kemudian lakukan penangkapan itu yang dimaksud dengan pengejut," jelasnya.

Amunisi tajam yang saat ini ditahan di Mabes TNI, itu hanya digunakan ketika anggota Polri mendapatkan ancaman yang tinggi dari lawan. Dan nanti juga amunisi tajam itu digunakan menjaga keamanan di daerah Poso dan Papua.

Bukan hanya di sana (Poso dan Papua) polisi menghadapi ancaman tinggi, ini adalah mereka menggunakan senjata kalau kita polisi berhadapan dengan ancaman tinggi dengan senjata maka kita juga berhak melakukan menghadapinya dengan senjata itu ada dasar hukumnya adalah dengan itu konvensi PBB" ucapnya.

Untuk polemik senjata yang saat ini menjadi buah bibir di masyarakat, menurut Setyo, sudah selesai dan sudah tidak lagi dipermasalahkan.

"Senjata clear (selesai) kan, sudah ada trending topic hastag polemik senjata selesai," ucapnya.

Terkait soal pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang dibuat oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) untuk menyelesaikan soal polemik senjata, Polri akan mendukung pembentukan Pokja tersebut.

"Kita ikut sajalah dengan Menko Polhukam soal Pokja. Ini terbaik menurut Menko Polhukam," tandasnya.

Senada dengan penjelasan Kadiv Humas Polri, Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto menegaskan SAGL bukan senjata militer dan tidak mematikan. SAGL biasanya digunakan untuk membubarkan massa.

"Itu untuk melumpuhkan. Itu semua untuk melumpuhkan. Pelontar itu kalau ditembakkan sudut 45 derajat itu jangkauannya hanya 80 meter. Itu hanya untuk membubarkan orang saja. Bisa dicoba itu tak ada masalah," kata Bekto di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/10).

Namun sebenarnya, penggunaan senjata militer di kepolisian pun diperbolehkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Polisi-polisi di dunia itu juga memakai senjata militer. Bahkan ada aturannya dari PBB. Bukan hanya aturan Indonesia. PBB mengatur itu ada. Yang katanya polisi cuma pake pentungan. Nanti saya perlihatkan bagaimana polisi Inggris membawa AK membawa semua sama dengan militer," kata dia.

Lebih lanjut Bekto menjelaskan, polemik soal senjata yang diduga ilegal dikarenakan ada ketidaksinkronan aturan yang berlaku antara para petinggi penegak hukum di Indonesia.

"Masalah senjata sudah diselesaikan oleh Menkopolhukam. Ini ada aturan-aturan senjata dari dulu tidak sinkron. Jadi kalau masing-masing memakai undang-undang sendiri, melalui persepsinya sendiri itu kan tidak benar. Masing-masing merasa benar sendiri, jadi sudah diselesaikan sama mereka," pungkasnya.

Seperti diketahui, buntut pernyataan Panglima TNI soal senjata ilegal ini sempat membuat gaduh. Menkopolhukam Wiranto menyatakan, pihaknya akan membuat aturan aturan untuk menghindari kembali munculnya polemik soal impor senjata.

"Maka segara akan dilakukan pengkajian dan penataan ulang tentang regulasi tersebut tentang pengaturan senjata api sampai dengan kebijakan tunggal, sehingga tidak membingungkan institusi yang memang menggunakan senjata api," ujar Wiranto.

(mdk/ian)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
image Rekomendasi
Di Usia 40 Tahun Bunga Citra Lestari dipuji Awet Muda, Ternyata Ini Rahasia Kencantikannya

Di Usia 40 Tahun Bunga Citra Lestari dipuji Awet Muda, Ternyata Ini Rahasia Kencantikannya

Kecantikan Bunga Citra Lestari menuai banyak pujian. Artis yang kerap disapa Unge itu kini sudah genap berusia 40 tahun.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Manusia Mulai Gunakan Perkakas Baja 2.900 Tahun Lalu, Jauh Sebelum Zaman Kekaisaran Romawi

Manusia Mulai Gunakan Perkakas Baja 2.900 Tahun Lalu, Jauh Sebelum Zaman Kekaisaran Romawi

Penggunaan perkakas baja awalnya diperkirakan sejak zaman Kekaisaran Romawi di Eropa.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Bak Main Petak Umpet ini Momen Siswi Tak Pakai Helm Hindari Razia Polisi, Warganet Sebut 'Kompak dan Gotong Royong'

Bak Main Petak Umpet ini Momen Siswi Tak Pakai Helm Hindari Razia Polisi, Warganet Sebut 'Kompak dan Gotong Royong'

Tak ingin ditilang, ia pun rela bersembunyi dengan cara tak terduga. Aksinya bak petak umpet dengan petugas kepolisian ini sontak menjadi sorotan.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Mantan Srikandi Jokowi kini jadi Petani, Intip Momennya Lagi Panen Melon

Mantan Srikandi Jokowi kini jadi Petani, Intip Momennya Lagi Panen Melon

Mantan Srikandi di era Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Susi Pudjiastuti mengunggah momen dirinya tengah memanen melon di rumahnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Potongan Asteroid Paling Berbahaya di Luar Angkasa akan Mendarat di Negara Ini

Potongan Asteroid Paling Berbahaya di Luar Angkasa akan Mendarat di Negara Ini

Berikut negara yang bakal menjadi tempat pendaratan potongan asteroid paling berbahaya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pipa di Petamburan 4 Bocor, Suplai Air PAM ke 41 Wilayah Terganggu

Pipa di Petamburan 4 Bocor, Suplai Air PAM ke 41 Wilayah Terganggu

PAM Jaya bakal mengirimkan air bersih dengan menggunakan truk tangki yang akan dibagikan secara gratis ke wilayah terdampak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kasus Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru

Kasus Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru

Keempat tersangka baru ini langsung ditahan di Rutan KPK.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ajudan Kapolda Kaltara Tewas Diduga Tertembak Senjata Api

Ajudan Kapolda Kaltara Tewas Diduga Tertembak Senjata Api

Ajudan Kapolda Kaltara ditemukan tewas diduga akibat tembakan senjata api.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bak Main Petak Umpet ini Momen Siswi Tak Pakai Helm Hindari Razia Polisi, Warganet Sebut 'Kompak dan Gotong Royong'

Bak Main Petak Umpet ini Momen Siswi Tak Pakai Helm Hindari Razia Polisi, Warganet Sebut 'Kompak dan Gotong Royong'

Tak ingin ditilang, ia pun rela bersembunyi dengan cara tak terduga. Aksinya bak petak umpet dengan petugas kepolisian ini sontak menjadi sorotan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Momen Anggota Brimob Nabire Minta Tambahan Polwan ke Jenderal Polri, Aksinya Bikin Tertawa Komandan

Momen Anggota Brimob Nabire Minta Tambahan Polwan ke Jenderal Polri, Aksinya Bikin Tertawa Komandan

Aksinya kala itu turut menuai tawa dari jenderal Polri hingga sang komandan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bikin Terkejut, Momen Anjing Pelacak Tiba-tiba Serang dan Gigit Polisi 'Maaf Komandan ini di Luar Skenario'

Bikin Terkejut, Momen Anjing Pelacak Tiba-tiba Serang dan Gigit Polisi 'Maaf Komandan ini di Luar Skenario'

Sebuah video viral merekam detik-detik anjing pelacak polisi bertingkah liar. Ia melakukan penyerangan pada komandan polisi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Aipda Rully tetap Semangat Bertugas meski Mata Kiri Buta, Sang Istri jadi Cleaning Service buat Tambahan Penghasilan

Aipda Rully tetap Semangat Bertugas meski Mata Kiri Buta, Sang Istri jadi Cleaning Service buat Tambahan Penghasilan

Keterbatasan Rully tak menyurutkan niatnya untuk terus dinas dan mengabdi kepada satuan Polri. Sikap tangguh pun juga ditunjukkan sang istri.

Baca Selengkapnya icon-hand